COVID-19 tidak hanya menyerang orang dewasa, tapi juga anak-anak. Bahkan, Indonesia pun mencatatkan anak korban meninggal akibat Covid-19 paling tinggi di dunia.
Adapun rasio anak yang meninggal mencapai 3-5 persen. Oleh karena itu, kita harus waspada dan terus memantau aktivitas anak, apalagi anak-anak juga cenderung mengabaikan jika hanya sakit ringan.
Berbeda dengan orang dewasa, Covid-19 pada anak sebagian besar bergejala ringan, bahkan tanpa gejala. Oleh sebab itu diperlukan pula penanganan dan penjelasan yang benar kepada anak supaya tidak membuat mereka menjadi khawatir dan ketakutan.
Merangkum dari laman Instagram Pemprov DKI, @dkijakarta, Kamis (1/7/2021), membagikan beberapa tips yang harus dilakukan orangtua apabila anaknya terinfeksi Covid-19. Setidaknya ada empat hal utama yang wajib dilakukan, diantaranya:
1.Tenangkan anak dan jelaskan kenapa anak harus melakukan isolasi. Berikan edukasi bahwa isolasi bertujuan untuk menjaga orang lain tetap sehat.
2.Orangtua boleh mengasuh anak, namun bila orangtua negatif usahakan hindari paparan air liur dan cairan tubuh lain, serta hindari untuk mencium.
3.Jika anak sudah bisa mandiri, carikan aktivitas yang dapat dikerjakannya sendiri.
4.Jika di rumah terdapat balkon atau teras, lakukan aktivitas di luar ruangan untuk mengganti suasana.
Jika anak terpapar Covid-19, anak harus tetap selalu dalam pemantauan. Lantas siapa yang sebaiknya merawat anak?
1.Orangtua atau pengasuh dengan risiko rendah untuk bergejala berat Covid-19 (risiko tinggi: lansia, atau orang dengan komorbid).
2.Jika memungkinkan, cukup satu orangtua atau pengasuh saja yang mengasuh anak.
3.Orangtua atau pengasuh yang negatif, namun mengasuh anak, harus melakukan isolasi dan karantina setelah anak selesai isolasi.
4.Jika orangtua positif namun anak negatif, mungkin anak masih dalam masa inkubasi. Hindari menitipkan anak ke pengasuh dengan risiko tinggi.
(Martin Bagya Kertiyasa)