Alami 2 Gejala Ini, Penderita Covid-19 Harus Segera ke Rumah Sakit

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis
Selasa 29 Juni 2021 05:05 WIB
Ilustrasi penderita covid-19. (Foto: Shutterstock)
Share :

KASUS covid-19 di Indonesia terus mengalami lonjakan. Akibatnya, ketersediaan ruang perawatan di rumah sakit menjadi sangat tipis. Penderita covid-19 yang tanpa gejala atau mengalami gejala ringan pun dianjurkan melakukan isolasi mandiri di rumah.

Lalu bila gejala covid-19 sudah masuk kategori sedang dan berat (kritis), seseorang perlu mendapat pertolongan medis di rumah sakit. Dikutip dari unggahan akun Instagram Kementerian Kesehatan @kemenkes_ri, berikut ini gejala tersebut.

Baca juga: Tak Lagi Hilang Penciuman, Kenali Gejala Varian Delta yang Mirip Flu 

1. Gejala sedang

Gejala: Demam, batuk (umumnya batuk kering ringan), kelelahan ringan, anoreksia, sakit kepala, kehilangan indra penciuman/anosmia, kehilangan indra pengecapan/ageusia, malgia dan nyeri tulang, nyeri tenggorokan, pilek dan bersin, mual, muntah, nyeri perut, diare, konjungtivitas, kemerahan pada kulit atau perubahan warna pada jari-jari kaki, frekuensi napas 20-30 kali per menit, saturasi oksigen kurang dari 95 persen, dan sesak napas tanpa distress pernapasan.

Tempat perawatan: Rumah Sakit Lapangan, RS Darurat Covid-19, RS Non Rujukan, dan RS Rujukan.

Terapi: Favipiravir, remdesivir 200 mgIV, azitromisin, kortikosteroid, vitamin C, vitamin D, zinc, antikoagulan LMWH/UFH berdasarkan evaluasi dokter penanggung jawab (DPJP), pengobatan komorbid bila ada, terapi O2 secara noninvansif dengan arus sedang sampai tinggi (HFNC).

Lama perawatan: 10 hari isolasi sejak timbul gejala dan minimal tiga hari bebas gejala.

Baca juga: Perawatan Pasien Covid-19 Berdasarkan Tingkatan Gejala 

2. Gejala berat atau kritis

Gejala: Demam, batuk (umumnya batuk kering ringan), kelelahan ringan, anoreksia, sakit kepala, kehilangan indra penciuman/anosmia, kehilangan indra pengecapan/ageusia, malgia dan nyeri tulang, nyeri tenggorokan, pilek dan bersin, mual, muntah, nyeri perut, diare, konjungtivitas, kemerahan pada kulit atau perubahan warna pada jari-jari kaki, frekuensi napas lebih dari 30 kali per menit, saturasi oksigen di bawah 95 persen, sesak napas dengan distress pernapasan.

Kondisi kritis: ARDS atau gagal napas, sepsis, syok sepsis, dan multiorgan failure.

Tempat perawatan: HCU atau ICU RS Rujukan.

Terapi: Favipiravir, remdesivir 200 mgIV, azitromisin, kortikosteroid, vitamin C, vitamin D, zinc, antikoagulan LMWH/UFH berdasarkan evaluasi dokter penanggung jawab (DPJP), pengobatan komorbid bila ada, HFNC atau ventilator, dan terapi tambahan.

Lama perawatan: Sampai dinyatakan sembuh oleh DPJP dengan hasil PCR negatif dan klinis membaik.

(Hantoro)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya