Ketua Satgas IDI Minta Pemerintah Fokus Atasi Varian Delta!

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Jum'at 25 Juni 2021 14:38 WIB
Pandemi virus corona (Foto: Variety)
Share :

COVID-19 varian Delta (B.1.617.2) yang pertama kali teridentifikasi di India harus jadi fokus pemerintah saat ini. Sebab, varian Delta diketahui sudah menyebabkan kematian pada anak.

"Dari data yang saya terima, varian Delta ini menyebabkan keseriusan pada seseorang sehingga harus dirawat di rumah sakit. Kematian pada anak pun mulai meningkat akibat varian Delta," terang Ketua Satgas PB IDI Prof Zubairi Djoerban, di Okezone Stories, belum lama ini.

 

Varian Delta sendiri sudah menjadi 'Variant of Concern' di beberapa negara salah satunya di Inggris. Varian Alpha yang teridentifikasi pertama di Inggris pun kini 'eksistensinya' sudah sangat kecil di Inggris.

"Negara itu (Inggris) sudah minim sekali menemukan kasus varian Alpha di negara asalnya. Sekarang Inggris sudah memberi perhatian pada varian Delta yang semakin banyak ditemukan dan kami harap Indonesia pun mulai memberi fokus pada varian Delta ini," katanya.

Prof Beri pun menyatakan bahwa varian Delta ini sudah harus dianggap serius karena banyak kasus pasien yang terinfeksi varian Delta memerlukan perawatan serius di rumah sakit. Tak hanya itu, varian ini kemungkinan besar menyebabkan banyak anak-anak sekarang terinfeksi Covid-19.

"Varian Delta memang banyak menyerang anak-anak dibandingkan varian lain yang ditemukan di Indonesia seperti varian Alpha maupun varian Beta," terangnya.

Terkait dengan upaya pencegahan yang bisa dilakukan masyarakat, Prof Beri menerangkan bahwa karena varian Delta ini menyebar lewat airbone atau udara, maka penting sekali untuk menggunakan masker dengan benar dan tidak berkerumun. "Karena penyebarannya airborne, banyak masyarakat enggak menyadari kalau virus varian ini sangat mudah menular. Karena itu, pakai masker yang berkualitas," sarannya.

Soal gejala khas dari varian Delta, Prof Beri menerangkan bahwa sejatinya terkait gejala sama saja dengan Covid-19 awal yaitu demam, sesak napas, dan hilangnya indera pengecap dan penciuman. "Menjadi khas, varian Delta menyebabkan seseorang sakit kepala, diare, sakit tenggorokan, dan hidung meler," tambahnya.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya