LONJAKAN kasus Covid-19 semakin hari jumlahnya semakin meningkat. Seminggu terakhir ini saja misalnya, penambahan kasus sudah di atas 12 ribu orang per hari.
Beberapa wilayah pun melaporkan tingginya penambahan kasus dan meningkatnya jumlah pasien di rumah sakit. Padahal, di sisi lain pemerintah tengah menggencarkan pemberian vaksin Covid-19 ke masyarakat.
Kondisi ini membuat Prof Zubairi Djoerban, Ketua Satgas PB IDI, menilai Indonesia sedang tidak baik-baik saja. "Indonesia sedang di kondisi gawat darurat mendekati kritis," tegasnya di talkshow Instagram Live Okezone Stories, Kamis (24/6/2021).
Ada dua parameter Prof Beri, sapaan akrabnya, mengeluarkan penilaian tersebut. Pertama soal rumah sakit rujukan penuh dan kedua adalah positivity rate Indonesia tinggi di atas harapan Badan Kesehatan Dunia (WHO).
Baca Juga : Kasus Covid-19 Melonjak, Kemenkes Keluarkan Panduan Gunakan Masker Ganda yang Benar
Perihal poin pertama mengenai rumah sakit rujukan, kata Prof Beri, sudah banyak informasi yang dapat diketahui publik bahwa beberapa rumah sakit melaporkan penuh. ICU penuh, UGD penuh, dan ini membuat pasien baru tak memiliki kesempatan mendapatkan penanganan secara intensif.
"Rumah sakit penuh, IGD penuh, wisma (RSD Wisma Atlet Kemayoran) penuh. Jadi, kalau di tempat rujukan, sudah penuh banget. Ini indikasi gawat darurat pertama," paparnya.
Baca Juga : Ketua Satgas IDI Benarkan Covid-19 Varian Delta Bisa Menular meski Hanya Berpapasan
Hal kedua soal positivity rate atau kenaikan kasus positif Covid-19 setiap harinya. "WHO memberi batasan aman untuk positivity rate adalah 5%, sedangkan Indonesia di atas 40%. Ini berarti, virus amat sangat mudah menyebar antarorang," tambahnya.
Terlebihi, saat ini kasus anak semakin meningkat di Indonesia. Menurut data, sambung Prof Beri, kenaikan kasus Covid-19 konfirmasi positif pada usia anak salah satunya efek varian Delta. "Saat ini diperlukan upaya bersama-sama mengentaskan pandemi, karena semakin banyak anak yang terinfeksi sedangkan rumah sakit penuh," imbuhnya.
(Helmi Ade Saputra)