MENTERI Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengumumkan mutasi virus corona asal India dan Afrika Selatan (Afsel) sudah masuk ke Indonesia. Hal ini pun sudah disampaikan kepada Presiden Joko Widodo.
Ia mengatakan, mutasi virus corona B1617 asal India ditemukan dua kasus di Jakarta, sedangkan varian VUI 202012/01 Afrika Selatan ditemukan di Bali sebanyak 1 kasus. Kedua jenis mutasi virus corona ini menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) perlu diwaspadai karena dianggap mudah menular.
Lantas, apakah dua varian ini berbahaya? Perlukah masyarakat Indonesia khawatir akan penyebaran dan dampaknya?
Baca juga: Menkes: 2 Kasus Mutasi Covid-19 India Ditemukan di Jakarta
Varian B1617
Mutasi virus corona B1617 asal India ini memiliki mutasi ganda. Ya, ada mutasi L452R dan E484Q di dalam varian B1617. Soal apakah berbahaya, laman Today Online menjelaskan bahwa sampai saat ini peneliti belum dapat memastikan seberapa bahayanya pun apakah varian ini lebih cepat menular.
"Tapi, masyarakat harus waspada karena varian B1617 meningkatkan penularan di India dan dianggap sebagai faktor memperburuk penyebaran Covid-19 di negara asalnya. Beberapa ahli juga mengatakan bahwa varian B1617 mampu mengurangi kemanjuran vaksin Covid-19 yang sudah ada saat ini," jelasnya.
Hal ini dibenarkan Direktur Institut Genomik dan Biologi Integratif Dewan Penelitian Ilmiah dan Industri India dr Anurag Agrawal bahwa varian B1617 yang mengandung mutasi L452R telah terbukti meningkatkan penularan virus sekira 20 persen dan mengurangi kemanjuran antibodi lebih dari 50 persen.
Baca juga: Menkes Budi: Belajar dari Kasus Covid-19 di India, Jangan Kendur Protokol Kesehatan
"Mutasi dalam varian B1617 yang berasal dari India membuat virus lebh kebal terhadap antibodi dan ini mampu mengurangi efektivitas vaksin," sambung dr Benjamin Pinsky, direktur medis laboratorium virologi klinis Stanford Health Care.
"Kami menduga bahwa penyebaran varian B1617 sangat cepat antaramanusia karena itu yang terjadi di India di mana virus menyebar dalam waktu singkat," kata Prof Hsu Li Yang, kepala program penyakit infeksi di Saw Swee Hock School of Public Health di Singapura.
Varian VUI 202012/02
Soal varian virus corona VUI 202012/02 asal Afrika Selatan dikatakan dalam laman Channel 4 bahwa jenis ini lebih mudah menular antarmanusia karena memiliki keunggulan struktur virus yang lebih kuat dibanding varian lain.
Baca juga: Jelang Vaksinasi Covid-19 di Semester II, Menkes Gandeng Banyak Pihak
"Varian ini 50 hingga 70 persen lebih menular dibandingkan jenis lain," kata Profesor Neil Ferguson dari Imperial College London. Bahkan, dia menduga bahwa varian VUI 202012/01 lebih menular kepada anak-anak.
Meski begitu, menjadi catatan bersama adalah bahwa varian ini belum terbukti membuat keparahan kondisi kesehatan ketika seseorang terinfeksi. "Varian ini pun diketahui kebal antibodi," tambahnya.
(Hantoro)