GELOMBANG "tsunami" covid-19 yang melanda India turut menyita perhatian Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Pasalnya, sejumlah warga India diketahui telah memasuki wilayah Tanah Air usai terjadinya penularan covid-18 secara besar-besaran di negara tersebut.
Ditambah lagi dengan isu masuknya mutasi B117 asal Inggris. Pemerintah pun kini dilaporkan sedang melakukan sejumlah upaya guna mencegah persebaran varian terbaru itu.
Baca juga: Ini 5 Makanan yang Bisa Cegah Infeksi Mutasi N439K dan B117
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan pihaknya saat ini telah mengidentifikasi 10 kasus baru yang disebabkan varian baru virus corona B177.
"Di Indonesia kasus penularan mutasi B177 sudah ditemukan pada 10 orang, 6 di antaranya baru saja melakukan perjalanan dunia, sementara sisanya merupakan transmisi secara lokal," ujar Siti Nadia Tarmizi saat diwawancara iNews TV, Rabu (28/4/2021).
Baca juga: Terdeteksi di Indonesia, Ini Perbedaan Virus Corona B117 dengan N439K
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa mutasi B177 yang ditemukan di Indonesia memiliki tingkat penularan lebih cepat dibandingkan covid-19 jenis sebelumnya. B177 bahkan termasuk tiga varian virus corona yang mendapat perhatian khusus dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
"Gejalanya rata-rata sama dengan varian covid-19: batuk pilek, sesak, bisa kehilangan indera penciuman perasa. Hanya saja yang perlu diwaspadai kecepatan penularan. Sangat cepat. Jadi bila ada satu orang orang saja terpapar varian ini, ia bisa langsung menularkan sekelompok orang dan mereka lebih cepat jatuh sakit dan positif covid-19," terangnya.
Ia pun mengimbau masyarakat Indonesia tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan yakni menjaga jarak, menggunakan masker, dan mencuci tangan secara rutin.
Baca juga: 7 Fakta Virus Corona B117 yang Terdeteksi Masuk Indonesia
Selain itu bagi masyarakat yang berkesempatan mendapat vaksin covid-19 sangat dianjurkan untuk segera melakukannya. Sebab hingga saat ini mutasi B177 yang pertama kali ditemukan di Inggris itu belum terbukti menurunkan efikasi dari vaksin covid-19.
"Artinya, vaksin yang ada di Indonesia masih cukup memberikan proteksi kepada kita untuk melawan virus tersebut," tandasnya.
(Hantoro)