MASJIDIL Haram dan Kakbah di Makkah, Arab Saudi diberikan wewangian berkualitas tinggi sepuluh kali sehari. Hal ini dilakukan secara teratur selama waktu-waktu tertentu seperti bulan suci Ramadhan, musim haji dan hari Jumat.
Saudi Press Agency (SPA) melaporkan bahwa memberikan wewangian pada Masjidil Haram dan Ka'bah dipandang sebagai tindakan pengabdian dan penghormatan terhadap situs paling suci umat Islam serta mereka yang mengunjunginya.
Baca juga: Salat Tarawih di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Dipersingkat Jadi 10 Rakaat
Ini bertujuan untuk memberikan suasana spiritualitas dan kesucian kepada ribuan orang yang berkunjung, shalat dan umrah di masjid tersebut.
Melansir Arab News, Kamis (15/4/2021), enam puluh pembakar dupa digunakan setiap hari untuk membakar 60 kilogram oud di masjid, sebuah kegiatan yang menunjukkan penghormatan terhadap situs suci tersebut.
Seperti yang diketahui, dalam Islam sangat mementingkan kebersihan dan aroma harum. Muslim biasanya mengoleskan parfum ke sajadah, baju sholat, tasbih dan membakar dupa di masjid.
Sebagaimana diketahui, wewangian jenis oud yang digunakan untuk mengharumkan Kakbah dan Masjidil Haram adalah salah satu bahan parfum paling mahal di dunia.
Baca juga: Rahasia Pengeras Suara Madjidil Haram yang Perlu Traveler Tahu
Aromanya sangat kuat dan sering digunakan masyarakat di Inda, Asia Tenggara dan Timur Tengah.
Mengutip dari Live About, oud berasal dari kayu pohon tropis Agar (Aquilaria), sebuah genus yang mencakup 15 spesies berbeda. Pohon itu diyakini berasal dari wilayah Assam di India, lalu menyebar ke penduduk Bangladesh dan sebagian besar Asia Tenggara.
Potongan kayu dari pohon sering dibakar sebagai dupa, dan umum digunakan untuk upacara keagamaan dan berbagai perayaan di seluruh Asia Tenggara dan Timur Tengah, termasuk Cina, Jepang, dan India.
(Salman Mardira)