MENTERI Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa proses vaksinasi covid-19 yang sudah dimulai sejak 13 Januari 2021 hingga saat ini menjadi fase latihan bagi para tenaga kesehatan (nakes). Sebab, tugas berat yang sebenarnya adalah setelah pasokan vaksin dalam jumlah besar tiba di Indonesia.
Sebagaimana diketahui, saat ini program vaksinasi covid-19 di Tanah Air terkesan lambat dari apa yang ditargetkan. Namun, kondisi tersebut ternyata disebabkan pasokan vaksin yang tersedia di Indonesia masih sangat terbatas. Sebab, vaksin covid-19 kini menjadi rebutan banyak negara di dunia.
Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Dinilai Lambat, Ini Penjelasan Menkes Budi
"Vaksinasi saat ini kita dianggap latihan dulu, karena pas Juli maka akan ada penyuntikan dengan jumlah 3 kali lipat lebih banyak. Karena targetnya itu menyelesaikan 75 persen populasi di Indonesia. Targetnya itu akan sangat cepat dan hanya diberi waktu 6 bulan untuk menyelesaikan," terang Menkes Budi dalam konferensi pers virtual 'Peresmian Program Sentra Vaksinasi Indonesia Bangkit', Kamis (25/3/2021).
Akibat kondisi tersebut, vaksin covid-19 juga menjadi terbatas, tidak semua orang bisa cepat mendapat vaksin, harus mengantre. Oleh karena itu, vaksinasi saat ini berdasarkan kelompok paling rentan, yakni tenaga kesehatan yang berjumlah 1,5 juta dan masyarakat berusia di atas 60 tahun atau masuk kategori lansia.
Baca juga: Masyarakat Berharap Hidup Kembali Normal Usai Divaksin, Menkes Budi Beri Penjelasan
"Jadi orangtua itu berisiko tinggi, jadi harus disuntik duluan. Cuma kalau di Indonesia, lansia itu akan kalah menerima vaksin, karena mereka tidak bisa bertarung untuk mendapatkan vaksin duluan. Jadi tolong dibantu para orangtua untuk mendapatkan vaksin duluan. Jadi nanti akan dikeluarkan peraturan dua orang muda harus membawa satu orang lansia untuk mendapatkan vaksin," tuntasnya.
(Hantoro)