SEBUAH uji klinis menghasilkan Vaksin Sinovac aman dan membentuk kekebalan tubuh atau antibodi di antara anak-anak dan remaja. Hal ini diungkapkan perusahaan tersebut berdasarkan hasil awal dari uji klinis tahap awal dan menengah.
Data awal berasal dari uji klinis tahap I dan II yang melibatkan lebih dari 500 orang berusia antara 3 hingga 17 tahun. Mereka menerima dua suntikan Vaksin Sinovac dosis sedang atau rendah atau plasebo.
Baca juga: Beda dengan Sinovac, Jarak Suntik Vaksin AstraZeneca 8-12 Minggu
Seperti dilansir laman Reuters, Rabu (24/3/2021), Zeng Gang selaku peneliti dari Sinovac Biotech mengatakan bahwa reaksi atau efek samping yang terjadi sangat ringan.
Bahwa dua anak yang mendapat dosis lebih rendah dilaporkan mengalami demam tinggi. Namun, tidak diketahui rincian lebih jelas tingkat suhu tubuhnya.
"Tingkat antibodi yang dipicu oleh CoronaVac Sinovac lebih tinggi daripada yang terlihat pada orang dewasa berusia 18 hingga 59 tahun dan pada lansia dalam uji klinis sebelumnya," kata Zeng.
Untuk anak-anak berusia 3 hingga 11 tahun menerima dosis yang lebih rendah menyebabkan respons antibodi yang baik. Sementara dosis sedang bekerja dengan baik untuk mereka yang berusia 12 hingga 17 tahun.
Baca juga: Beredar Hoax Vaksin Sinovac Sebenarnya untuk Ayam, Simak Faktanya
Uji coba tahap III Vaksin Sinovac di luar negeri yang menguji kemampuan vaksin untuk mencegah covid-19 sejauh ini tidak melibatkan anak di bawah umur.
Perusahaan juga menguji vaksin penguat ketiga dalam uji klinis berbasis di China. Di mana peserta diberi dosis ketiga sekira delapan bulan setelah menerima yang kedua.
Sinovac telah memasok 160 juta dosis vaksin ke 18 negara dan wilayah, termasuk China, dengan lebih dari 70 juta dosis telah diberikan.
(Hantoro)