Ini Kesimpulan Lengkap BPOM Terkait Penggunaan Vaksin AstraZeneca

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis
Senin 22 Maret 2021 15:15 WIB
Ilustrasi Vaksin AstraZeneca. (Foto: Reuters)
Share :

VAKSIN AstraZeneca sempat menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Hal ini disebabkan efek sampingnya yang diduga dapat memicu pembekuan darah hingga masa kedaluwarsanya pada Mei 2021. Alhasil sejumlah negara, termasuk Indonesia, sempat menunda distribusi vaksin buatan perusahaan asal Inggris tersebut.

Meski demikian, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) selaku lembaga yang berwenang terkait izin penggunaan vaksin covid-19 langsung menindaklanjuti informasi keamanan Vaksin AstraZeneca. BPOM telah melakukan pengkajian dengan Tim Pakar Komnas Penilai Obat, Komnas PP KIPI, dan ITAGI.

Baca juga: Regulator Obat Eropa: Vaksin AstraZeneca Aman, Tidak Terkait Pembekuan Darah 

Merangkum dari laman resmi BPOM, Senin (22/3/2021), berikut penjelasan lengkap mengenai kesimpulan dari penkajian terhadap Vaksin AstraZeneca.

Kejadian pembekuan darah telah dibahas dalam forum pertemuan khusus, baik di World Health Organization (WHO) maupun badan otoritas regulatori obat di Eropa atau European Medicines Agency (EMA) yang menunjukkan bahwa:

1. Tromboemboli merupakan kejadian medis yang sering dijumpai dan merupakan penyakit kardiovaskuler nomor 3 terbanyak berdasarkan data global. Namun, tidak ditemukan bukti peningkatan kasus ini setelah penggunaan vaksin covid-19 AstraZeneca.

2. EMA memiliki sistem pemantauan risiko pasca-pemasaran yang komprehensif dan melihat kemungkinan terjadinya KIPI langka, berupa gangguan pembekuan darah setelah penggunaan 20 juta vaksin covid-19 AstraZeneca di Eropa, antara lain kejadian koagulasi intravaskular diseminata (Disseminated Intravascular Coagulation /DIC) dan trombosis sinus venosus sentral (Central Venous Sinus Thrombosis /CVST). EMA akan terus melakukan kajian tentang kemungkinan kausalitas kasus ini dengan penggunaan vaksin covid-19 AstraZeneca.

3. EMA juga menekankan bahwa tidak ada permasalahan terkait kualitas vaksin covid-19 AstraZeneca secara menyeluruh ataupun dengan bets tertentu.

Baca juga: WHO Bantah Vaksin AstraZeneca Sebabkan Pembekuan Darah 

4. Vaksinasi covid-19 tidak akan menurunkan angka kesakitan dan kematian yang disebabkan hal lain. Kesakitan dan kematian karena penyebab lainnya akan terus terjadi, walaupun telah divaksinasi, namun kejadian tersebut tidak berhubungan dengan vaksin. Hingga saat ini manfaat vaksin covid-19 AstraZeneca masih lebih besar dibandingkan risikonya.

5. Beberapa negara Eropa yang semula menangguhkan vaksinasi menggunakan vaksin covid-19 AstraZeneca telah memutuskan untuk melanjutkan lagi program vaksinasi dengan vaksin tersebut, setelah mendapatkan penjelasan EMA dan mempertimbangkan manfaat vaksin lebih besar daripada risikonya.

Terkait isu ini, Badan POM RI bersama Tim Pakar Komnas Penilai Obat, Komnas PP KIPI, dan ITAGI telah melakukan pembahasan pada 19 Maret 2021 dengan rekomendasi sebagai berikut:

1. Saat ini angka kejadian covid-19 global termasuk di Indonesia masih tinggi, sehingga walaupun pada pemberian vaksinasi mungkin dapat menimbulkan kejadian ikutan pasca-imunisasi (KIPI), namun risiko kematian akibat covid-19 jauh lebih tinggi. Oleh karena itu, masyarakat tetap harus mendapatkan vaksinasi covid-19 sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Baca juga: D-dimer pada Pasien Covid-19 Ramai Dibahas, Apa Sih Itu? 

2. Manfaat pemberian vaksin covid-19 AstraZeneca lebih besar dibandingkan risiko yang ditimbulkan, sehingga vaksin covid-19 AstraZeneca dapat mulai digunakan.

3. Dalam informasi produk vaksin covid-19 AstraZeneca telah dicantumkan peringatan kehati-hatian penggunaan vaksin covid-19 AstraZeneca pada orang dengan trombositopenia dan gangguan pembekuan darah.

4. Vaksin covid-19 AstraZeneca yang diterima di Indonesia melalui COVAX Facility diproduksi di Korea Selatan dengan jaminan mutu sesuai standar persyaratan global untuk Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB).

5. BPOM RI bersama Kementerian Kesehatan dan Komnas PP KIPI terus memantau keamanan vaksin yang digunakan di Indonesia dan menindaklanjuti isu setiap kejadian ikutan pasca-imunisasi.

(Hantoro)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya