VAKSINASI merupakan langkah lanjutan yang ditempuh pemerintah dalam setahun menghadapi Covid-19. Bersamaan dengan itu, berbagai langkah telah ditempuh pemerintah, dari mulai penerapan 3M dan 3T.
3M adalah mencuci tangan, menjaga jarak, dan memakai masker. Sementara 3T adalah testing, tracing, dan treatment.
Sebelumnya, pemerintah mengantisipai lonjakan kasus Covid-19 dengan menyediakan banyak rumah sakit rujukan yang khusus menangani pasien Covid-19 yang bergejala dan tidak bergejala.
Dampaknya angka kesembuhan pun ikut bertambah banyak.
Dokter Koko Andi Khomeini SpPD menyatakan, langkah pemerintah selama ini sudah tepat. Ia melihat promosi perbaikan tetap jalan, vaksinasi Covid-19 juga sudah berlangsung harus kita dukung. “Ini sebagai upaya pemutusan penularan Covid-19,” katanya.
Selama ini rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) adalah dua juta orang dalam sehari. Namun yang masih terjadi kini perlu waktu 6-15 minggu untuk mencapai angka 2 juta. Menurutnya, masih perlu dilakukan percepatan.
"Yang selama ini sudah ada, sudah bagus. Tinggal dipercepat, dan diekskalasi,” imbuh Koko. Salah satu yang perlu dipercepat adalah adalah testing," terangnya.
Sedangkan mengenai vaksinasi, seperti vaksinasi mandiri atau gotong royong yang diusung oleh usaha swasta, Koko menyambutnya positif. Alasannya, vaksinasi Covid-19 harus melibatkan semua pihak. Kedua, vaksinasi memiliki target sebagai upaya untuk menyehatkan bangsa dan negara, sehingga akses harus diberikan seluas mungkin.
“Ketiga, vaksin harus tersedia. Setelah vaksin tersedia, target vaksinasi harus diberikan seluas mungkin dan lebih cepat (diberikan) dan gratis,” tuturnya.
Pemerintah memang telah memberikan akses bagi usaha swasta dengan keluarnya Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 10 Tahun 2021. Salah satunya dilatarbelakangi oleh upaya semua pihak untuk membantu percepatan pemberantasan penyakit Covid-19 di seluruh Indonesia.
Dijelaskan lebih lanjut, dalam beberapa hari belakangan, jumlah kasus harian Covid-19 di bawah 10.000 kasus. Data menunjukkan, per 1 Maret 2021, kasus aktif di Indonesia 11,41%, lebih rendah dari kasus Covid-19 di dunia sebesar 19,05%. Begitu pula angka kesembuhannya sudah mencapai 85,88%, di atas angka kesembuhan dunia sebesar 78,74%.
Sedangkan angka kematian menurun menjadi 2,71%. Meski masih di atas angka dunia 2,22, tapi selisihnya tinggal 0,5%.
Secara keseluruhan, langkah-langkah yang ditempuh pemerintah dan masyarakat selama setahun ini sudah memberikan pengaruh terhadap penurunan kasus Covid-19 di Indonesia. Kendati angka tersebut menggembirakan, namun langkah penanganan Covid-19 jangan sampai kendur.
(Helmi Ade Saputra)