WHO: 2,5 Miliar Warga Dunia Akan Alami Gangguan Pendengaran di 2050

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Rabu 03 Maret 2021 12:54 WIB
Ilustrasi (Foto : Timesofindia)
Share :

Badan Kesehatan Dunia (WHO) memprediksi bahwa hampir 2,5 miliar orang di seluruh dunia atau 1 dari 4 orang akan hidup dengan gangguan pendengaran pada tingkat tertentu pada 2050.

Setidaknya, 700 juta dari kelompok tersebut akan membutuhan akses ke perawatan telinga, pendengaran, dan layanan rehabilitasi lainnya kecuali ada tindakan yang diambil.

"Kemampuan kita untuk mendengar sangat berharga. Gangguan pendengaran yang tidak diobati dapat berdampak buruk pada kemampuan orang untuk berkomunikasi, belajar, dan mencari nafkah," kata Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, Dirjen WHO.

Ia menambahkan, gangguan pendengaran juga akan berdampak pada kesehatan mental orang dan kemampuan mereka untuk mempertahankan koneksi dengan manusia lain.

"Laporan baru ini menguraikan skala masalah, tetapi juga menawarkan solusi dalam bentuk intervensi berbasis bukti yang kami dorong untuk semua negara untuk mengintegrasikan ke dalam sistem kesehatan mereka sebagai bagian dari perjalanan mereka menuju cakupan kesehatan universal," tambah Tedros.

Baca Juga : 5 Potret Vanessa Angel Berbikini, Seksinya Bikin Pelakor Mundur Teratur!

Baca Juga : Ajak Ngebor, Maria Vania Bikin Netizen Kegerahan Jadi Tukang Bangunan Seksi

Dalam laporan WHO itu, terdapat catatan penting yang mesti diperhatikan yaitu upaya untuk mencegah dan mengatasi gangguan pendengaran dengan berinvestasi dan memperluas akses ke layanan perawtaan telinga dan pendengaran.

Investasi dalam hal perawatan dan pendengaran itu terbukti menghemat biaya penanganan. WHO menghitung bahwa pemerintah dapat mengharapkan pengembalian hampir 16 USD atau sekitar Rp229 ribu untuk setiap 1 USD atau Rp14 ribuan yang diinvestasikan.

(Helmi Ade Saputra)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya