Kementerian Kesehatan selalu mengatakan bahwa tidak ada yang bisa menjamin Anda kebal Covid-19 meski sudah mendapatkan vaksinasi. Karena itu, tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan adalah keharusan.
Belum lama ini seorang tenaga kesehatan dinyatakan meninggal dunia setelah 9 hari disuntik vaksin Covid-19 dosis pertama. Pihak rumah sakit memberikan pernyataan bahwa di waktu tersebut antibodi belum terbentuk.
Hal tersebut pun dibenarkan oleh Prof. Dr. dr. Hindra Irawan Satari, SpA (K), MTropPaed yang juga merupakan Ketua Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).
"Antibodi baru terbentuk pada dosis vaksinasi pertama setelah 14 hari penyuntikkan. Dalam kurun waktu tersebut, ya, penerima vaksin dosis pertama masih terbilang rawan untuk terpapar Covid-19," kata Prof Hindra di konferensi pers virtual, Senin (22/2/2021).
Baca Juga : Kemenkes: Vaksin Covid-19 Tidak Menimbulkan Penyakit
Baca Juga : Demi Cepat Divaksin Covid-19, 2 Wanita Ini Nyamar Jadi Lansia
Prof Hindra melanjutkan, kalau untuk dosis kedua vaksin Covid-19, antibodi terbentuk optimal itu pada 28 hari setelah suntikkan dilakukan. Suntikkan kedua ini diperlukan karena bersifat booster atau memperkuat antibodi yang sudah diberikan pada dosis pertama.
Karena itu, tidak pernah bosan untuk selalu diingatkan bahwa harus disiplin menjalankan protokol kesehatan. Jika terpapar Covid-19 dengan status dosis vaksinasi lengkap, biasanya gejala yang muncul ringan.
"Namun jangan lupa, kalau sakit itu artinya ada ketidakseimbangan daya tahan tubuh, si virus bersifat ganas, dan lingkungan yang memungkinkan untuk virus menginfeksi," paparnya.
(Helmi Ade Saputra)