Epidemiolog: Jangan Anggap Sepele Kasus Crazy Rich PIK Dapat Vaksin Covid-19

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Selasa 09 Februari 2021 11:54 WIB
Ilustrasi vaksin covid-19. (Foto: Okezone)
Share :

EPIDEMIOLOG dari Griffith University Australia, Dicky Budiman, menyatakan jangan menganggap sepele kasus crazy rich PIK Helena Lim yang mendapat vaksin covid-19. Kasus ini harus disikapi serius supaya cepat selesai dan tidak mengganggu program vaksinasi.

"Artinya, kejadian ini akan mengganggu strategi komunikasi risiko kaitannya dengan program vaksinasi. Ini bukan hal sepele. Kasus ini harus disikapi serius," ungkap Dicky ketika dikonfirmasi melalui pesan singkat, Selasa (9/2/2021).

Baca juga: Heboh Crazy Rich PIK Divaksin, Dokter: Yang Berhak Saja Banyak Belum Dapat 

Ia menyatakan sangat prihatin terjadi peristiwa crazy rich PIK ini. Pasalnya dalam program vaksinasi covid-19 tahap pertama diprioritaskan untuk tenaga kesehatan (nakes), bukan masyarakat umum.

"Kejadian ini tentu memprihatinkan jika benar bahwa ada sekelompok masyarakat yang menerima vaksin bukan dari kategori prioritas yang ditargetkan tahap awal vaksinasi," terang Dicky.

Baca juga: Crazy Rich PIK Dapat Vaksin Covid-19, dr Tirta Sayangkan Proses Verifikasi 

Dia menilai dari kejadian ini ada suatu ketidakpekaan dan harus segera diluruskan. "Ada ketidakadilan juga di sini dan itu akan menghambat lancarnya program vaksinasi," jelasnya.

Namun, Dicky menilai program vaksinasi covid-19 sendiri sejauh ini sudah rapi, bagus, karena itu jangan sampai ada hal yang memperburuk. Salah satunya kasus ini, maka itu harus segera diluruskan karena dinilai berbahaya.

Sebagaimana diketahui, peristiwa crazy rich PIK Helena Lim yang mendapat vaksin covid-19 menjadi polemik di tengah masyarakat. Dia dianggap tidak pantas mendapat vaksin virus corona tersebut karena diduga bukan bagian dari tenaga kesehatan (nakes) yang diprioritaskan dalam program vaksinasi tahap pertama.

Jika melihat dari keterangan profilnya di Instagram, Helena Lim berprofesi sebagai penyanyi, penyuka fashion, dan ikut tergabung dalam McLaren Club Indonesia. Tidak ada keterangan yang menerangkan bahwa dia bagian dari tenaga kesehatan.

Baca juga: Ibtihaj Muhammad Jadi Atlet Hijab Amerika Serikat Pertama yang Raih Medali di Olimpiade

(Hantoro)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya