BEDA gejala covid-19 jenis baru dan lama atau sebelum mutasi ternyata bisa diketahui dan cukup jelas. Setiap orang pun diimbau bisa mengetahuinya supaya cepat melakukan pencegahan.
Menyadari tanda atau gejala awal covid-19 adalah salah satu cara menghentikan infeksi sejak awal. Dengan adanya mutasi covid-19, kesadaran ini menjadi jauh lebih penting.
Baca juga: Ini Alur GeNose Test yang Akan Diterapkan untuk Penumpang Kereta
Ketika kasus terinfeksi virus corona jenis baru meningkat secara signifikan di seluruh dunia, para ahli merasa bahwa mengetahui gejalanya adalah hal wajib. Jika tidak, maka akan merugikan diri sendiri dan orang lain.
Gejala Umum Covid-19 dan Perbedaan dengan Varian Baru
Infeksi covid-19 jenis baru yang disebarkan virus SARS-COV-2 dapat menimbulkan sejumlah gejala pada penderitanya. Makin banyak belajar tentang penyakit ini, maka akan menemukan kemungkinan gejala yang berkaitan dengan ini.
Baca juga: Penampilannya Jadi Challange Viral di TikTok, Ini Kata Jemimah Idol
Dikategorikan secara luas sebagai virus pernapasan, seseorang dengan covid-19 dapat memiliki gejala seperti batuk terus-menerus yang kering, demam ringan atau tinggi, kehilangan bau dan rasa. Ini adalah tiga gejala yang umum terkait covid-19.
Sebagian besar orang juga bisa asimtomatik yaitu tidak memiliki gejala sama sekali. Selain itu, covid-19 dapat menyebabkan gejala seperti diare, sakit kepala, nyeri otot, kelelahan, mual, kabut otak, lemas, dan lain-lain. Gejalanya juga bisa berbeda, tergantung tingkat keparahan infeksi yang dialami.
Menurut pedoman National Health Service (NHS) England, seperti dilansir Times of India, gejala yang paling umum diamati pada orang yang terinfeksi covid-19 jenis baru varian Inggris adalah demam, sakit tenggorokan, nyeri otot, batuk, dan kelelahan.
Baca juga: Peneliti Tegaskan GeNose Tidak Bisa Gantikan Peran PCR Test
Nyeri otot, sakit kepala, dan kelelahan juga bisa menjadi tanda peradangan kronis dan berlama-lama telah sering menjadi tanda mutasi virus corona baru. Ingatlah, tanda dan gejala lain juga bisa dirasakan.
Ada juga bukti yang berkembang menunjukkan bahwa jenis yang dapat menular lebih tinggi mungkin tidak hanya menginfeksi lebih banyak orang, tetapi juga memiliki tahap pra-gejala atau asimtomatik lebih tinggi.
(Hantoro)