Vaksin Covid-19 disuntikkan sebanyak dua kali dengan harapan memaksimalkan hasil yang diinginkan. Pada vaksin Sinovac, jarak waktu vaksinasi kedua adalah 14 hari.
Menjadi pertanyaan sekarang, apa yang akan terjadi ketika seseorang yang sudah divaksin pertama melewatkan dosis keduanya? Apakah vaksin yang sudah ada di dalam tubuh otomatis tak ada gunanya?
Pakar Kesehatan dari University of lowa College of Medicine Pat Winokur menjelaskan, pada suntikan pertama vaksin Pfizer atau Moderna, efektivitas yang dihasilkan vaksin antara 50 hingga 80 persen untuk mencegah penyakit Covid-19.
Nah, efektivitas vaksin akan semakin baik jika dilakukan suntikan kedua, persentasenya menjadi 95 persen. Itu kenapa, vaksin Covid-19 memerlukan dua dosis.
Apa jadinya kalau hanya satu dosis? Winokur menerangkan, pada orang yang hanya memiliki satu suntikan, berarti dia masih harus memiliki tingkat perlindungan terhadap infeksi parah.
"Artinya, risiko mengalami gejala yang parah akibat infeksi masih sangat tinggi," katanya dikutip dari The Gazette.
Perlu menjadi perhatian, penelitian selama ini melibatkan dua dosis. Sehingga, untuk kasus yang hanya satu dosis vaksin, belum diketahui pasti berapa lama suntikan vaksin satu dosis akan efektif. "Pada kasus dua sosis, antibodi bisa bertahan hingga 7 bulan," ungkap dia.
Winokur menegaskan bahwa ketika Anda susah menemukan vaksin dosis kedua dengan jadwal waktu yang tepat, maka segera mencarinya. Sebab, orang yang mendapat suntikan vaksin dua kali pun masih ada celah untuk tetap terinfeksi.
(Dyah Ratna Meta Novia)