PEMERINTAH Indonesia mencanangkan program vaksinasi sebagai upaya mengatasi persebaran wabah covid-19. Penyuntikan vaksin covid-19 akan dimulai pada pekan kedua Januari 2021.
Seperti halnya vaksin untuk penyakit lain yang sudah rutin selama ini, vaksin covid-19 juga memiliki efek. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyebut ini sebagai Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI).
Baca juga: Najwa Shihab hingga Raffi Ahmad Terima Vaksin Covid-19 Setelah Presiden Jokowi?
KIPI merupakan kejadian medik yang diduga berhubungan dengan vaksinasi. Kejadian ini bisa berupa reaksi vaksin, kesalahan prosedur, koinsiden, reaksi kecemasan, atau hubungan kausal yang tidak dapat ditentukan.
KIPI diklasifikasikan serius apabila kejadian medik akibat tiap dosis vaksinasi yang diberikan bisa menimbulkan kematian, kebutuhan untuk rawat inap, dan gejala sisa yang menetap serta mengancam jiwa.
Sebagai catatan, klasifikasi serius KIPI tidak berhubungan dengan tingkat keparahan (berat atau ringan) dari reaksi KIPI yang terjadi. Nah, mengingat vaksin yang digunakan dalam program vaksinasi covid-19 merupakan masih termasuk vaksin baru, sehingga untuk menilai keamanannya perlu dilakukan surveilans pasif Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) dan surveilans aktif.
Baca juga: Habib Rizieq Dikabarkan Sakit di Tahanan, Ini Penjelasan Polisi
Secara umum, vaksin tidak menimbulkan reaksi pada tubuh, atau apabila terjadi disebutkan hanya menimbulkan reaksi ringan. Vaksinasi memicu kekebalan tubuh dengan menyebabkan sistem kekebalan tubuh penerima bereaksi kepada antigen yang ada di dalam vaksin. Reaksi lokal dan sistemik, contohnya nyeri pada area yang disuntik, atau demam dapat terjadi sebagai bagian dari respons imun.
Komponen vaksin lainnya (misalnya bahan pembantu, penstabil, dan pengawet) juga dapat memicu reaksi. Vaksin yang berkualitas adalah vaksin yang menimbulkan reaksi ringan seminimal mungkin, tapi tetap memicu respons imun terbaik. Frekuensi terjadinya reaksi ringan vaksinasi itu ditentukan oleh jenis vaksin.
Mengutip dokumen resmi yang tertera pada laman resmi Kemenkes RI, Jumat (8/1/2021), berikut paparan singkat gejala yang bisa terjadi sebagai efek pasca-vaksinasi.
1. Reaksi lokal
Timbul rasa nyeri, kemerahan, bengkak pada tempat suntikan, dan reaksi lokal berat yaitu selulitis.
2. Reaksi sistemik
Demam, nyeri otot seluruh tubuh (myalgia), nyeri sendi (atralgia), badan terasa lemah, dan sakit kepala.
3. Reaksi lainnya
Reaksi alergi misalnya urtikaria, oedem, reaksi anafilaksis, dan syncope (pingsan).
Baca juga: Wah, Vaksin Covid-19 Bisa Perbesar Ukuran Mr P?
Antisipasi untuk reaksi ringan lokal seperti nyeri, bengkak, dan kemerahan pada area suntikan, penerima vaksin dianjurkan melakukan kompres dingin pada lokasi tersebut dan meminum obat paracetamol sesuai dosis.
Sementara jika mengalami reaksi ringan sistemik seperti demam dan malaise, petugas kesehatan dikatakan bisa menganjurkan penerima vaksin untuk minum lebih banyak, menggunakan pakaian yang nyaman, kompres atau mandi air hangat, serta meminum obat paracetamol sesuai dosis.
(Hantoro)