INDONESIA kembali mendatangkan vaksin covid-19 produksi perusahaan China Sinovac Biotech. Sebanyak 1,8 juta dosis Vaksin Sinovac siap pakai sudah tiba di Tanah Air melalui Bandara Soekarno-Hatta pada Kamis kemarin.
Vaksin Sinovac tersebut rencananya mulai didistribusikan pada akhir Januari 2021, setelah mendapat izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Baca juga: 1,8 Juta Dosis Vaksin Sinovac Tiba, Menkes: Semoga Cepat Terdistribusi ke 34 Provinsi
Selain mengimpor dari China, Indonesia sejatinya juga sedang memproduksi Vaksin Sinovac secara masif. Proses produksi dilakukan oleh Bio Farma yang memang sudah mendapatkan sertifikasi dari BPOM.
Lantas, apakah ada perbedaan antara Vaksin Sinovac China dengan yang diproduksi Indonesia?
Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Profesor Amin Soebandrio menegaskan tidak ada perbedaan mendasar di antara dua vaksin tersebut. Hanya saja vaksin yang datang dari China dikemas dalam bentuk berbeda.
"Kualitas, mutu, dan efektivitasnya sama saja. Cuma vaksin yang datang hari ini (Kamis kemarin, red) dikemas secara individual. Artinya, satu suntikan satu orang," ujar Prof Amin saat dihubungi Okezone, Kamis 31 Desember 2020.
Baca juga: Terseret Kasus Edhy Prabowo, Bellaetrix Manuputty Punya Kisah Pilu Lain pada 2015
Antara Sinovac dan Bio Farma, lanjut Prof Amin, memang sudah menjalin kerja sama. Maka itu, komunikasi dan diskusi dalam proses produksi vaksin menjadi lebih cepat.
Sekarang semuanya tergantung izin dari BPOM yang dikabarkan akan keluar pada pertengahan Januari 2021.
"Bio Farma melihat keamanan efikasi berdasarkan uji klinis di luar negeri. Bila hasilnya sudah memuaskan, maka bisa dipakai sebagai data untuk mengeluarkan izin sementara," terang Prof Amin.
Hal senada juga disampaikan dr Siti Nadia Tarmizi, Juru Bicara Pemerintah untuk Vaksin Covid-19 sekaligus Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan.
Ia mengatakan, Bio Farma dipercaya memproduksi Vaksin Sinovac karena selama ini perusahaan tersebut telah membuat beragam vaksin untuk program-program imunisasi nasional dan juga untuk dijual di pasar global.
Baca juga: Datangkan 1,8 Juta Dosis Vaksin Sinovac, Pemerintah Tegaskan Belum Selesai
"Kepala BPOM sudah memberikan sertifikat kepada Bio Farma, dengan kata lain mereka sudah tersertifikasi pembuatan Sinovac. Bio Farma juga sudah dapat sertifikasi internasional," kata Dokter Nadia.
"Jadi kalau ditanya apa perbedaan Vaksin Sinovac dari China dan Indonesia, sebetulnya sama saja baik dari kualitas, mutu, dan efektivitasnya. Hanya proses alih teknologi yang beebeda. Bio Farma nantinya akan membuat kemasan multidosis sehingga distribusi lebih banyak dan tidak memakan tepat. Ini akan lebih efisien dengan kondisi Indonesia," tandasnya.
(Hantoro)