Epidemiolog: Covid-19 Jenis Baru Lebih Mudah Serang Anak-Anak

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Rabu 30 Desember 2020 12:35 WIB
Waspadai Covid-19 jenis baru lebih mudah serang anak-anak (Foto : Onecms)
Share :

Covid-19 jenis baru yang ditemukan di Kent, Inggris, dilaporkan lebih mudah menyerang anak-anak. Menurut peneliti di London School of Hygiene and Tropical Medicine, virus tersebut 56 persen lebih menular dari Covid-19 generasi pertama.

"Covid-19 jenis baru ini akan menyebabkan gelombang kasus Covid-19 dan kematian yang akan mencapai puncaknya di Inggris pada pertengahan 2021," kata peneliti dikutip dari Daily Mail, Rabu (30/12/2020). "Lockdown tidak akan membantu menghentikan penyebaran, kecuali pemerintah menutup sekolah dan kampus," sambung mereka.

Baca Juga : Strain Baru Virus Corona Menyebar, Ini Deretan Negara yang Ikut Terinfeksi

Meski lebih menular, para peneliti tidak menemukan adanya fakta bahwa virus corona jenis baru tersebut lebih mematikan atau menyebabkan penyakit yang lebih parah, baik itu pada anak-anak maupun orang dewasa.

Terkait dengan data detail, menurut Kantor Statistik Nasional Inggris, Covid-19 jenis baru ini paling merajalela di kalangan anak berusia 13-18 tahun. "Kelompok usia tersebut tingkat infeksinya tertinggi di antara seluruh populasi," kata peneliti.

"Kami berharap dapat mempelajari mutasi virus ini sesegera mungkin agar dapat melakukan tindakan pencegahan dengan tepat," kata Profesor Neil Ferguson, ahli epidemiologi dari Imperial College London.

Di sisi lain, Profesor Wendy Barclay dari Imperial College London menjelaskan bahwa anak-anak sejatinya bukan sasaran empuk virus SARS-CoV2. Sebab, jumlah reseptor ACE2 yang merupakan pintu masuk virus menyerang tubuh tak banyak ditemukan di tubuh anak-anak. Itu kenapa orang dewasa tetap menjadi populasi terbanyak yang terinfeksi Covid-19.

"Karena itu, membahas anak-anak dalam hal Covid-19 harus berhati-hati. Kami tidak mengatakan ini adalah virus yang secara khusus menyerang anak-anak atau lebih spesifik dalam kemampuannya menginfeksi anak-anak," terang Prof Barclay.

Virus baru tersebut, sambungnya, memiliki waktu yang lebuh sedikit untuk menginfeksi dan karena itu anak-anak menjadi lebih rentan. Padahal, sebelumnya hanya orang dewasa yang masuk dalam kategori rentan akibat ACE2 yang melimpah di tenggorokan dan hidung. "Karena itu, bakal banyak anak-anak yang terinfeksi sekarang," tambahnya.

Artinya, anak-anak bukan target utama dari virus baru tersebut, tetapi tubuh anak-anak menjadi sama rentannya seperti orang dewasa karena kekuatan si virus dalam hal waktu menginfeksi menjadi lebih kuat. Dengan begitu, jangan heran kalau Covid-19 jenis baru ini akan menyerang anak-anak dengan jumlah lebih tinggi dari data Covid-19 sebelumnya.

(Helmi Ade Saputra)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya