GEJALA covid-19 dilaporkan makin beragam. Bahkan baru-baru ini beredar informasi viral mengenai seorang direktur bank terpapar covid-19 dengan gejala sakit perut dan diare parah. Dia pun dilaporkan meninggal dunia.
Direktur bank ini sama sekali tidak memiliki gejala umum covid-19 seperti demam, batuk, atau flu. Akan tetapi, gejala yang ditimbulkan justru sakit perut serta diare parah. Dalam istilah medis, ini juga bisa disebut gastrointestinal.
Baca juga: Viral Covid-19 Timbulkan Gejala Diare Berat, Benarkah?
Menanggapi hal tersebut, Pakar Kesehatan sekaligus Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Profesor Dr dr Ari Fahrial Syam SpPD memaparkan sebuah penelitian di China bahwa pasien covid-19 dengan gejala diare akan lebih lama sembuh.
"Pasien yang gejala awalnya diare, hilangnya virus dari tubuh akan lebih lama daripada pasien yang tidak mempunyai gejala gastrointestinal," ungkapnya ketika dihubungi Okezone, Senin (28/12/2020).
Baca juga: Supaya Cepat Sembuh, Pasien Covid-19 Wajib Hindari 5 Asupan Ini
Penelitian di China tersebut melakukan investigasi terhadap 74 pasien yang terinfeksi covid-19 dengan gejala gastrointestinal seperti diare, mual, dan muntah.
Hal yang menarik dari penelitian ini adalah ternyata 28 persen dari pasien dengan gejala tersebut tidak mempunyai gejala pernapasan.
Jika dibandingkan dengan kelompok pasien tanpa keluhan gastrointestinal yang berjumlah 577 orang, ternyata pasien dengan gejala tersebut komplikasinya lebih berat.
Baca juga: Selain Dewi Perssik, Penyintas Covid-19 Ini Juga Ungkap Alami Ruam Merah
Lebih banyak ditemukan pasien dalam keadaan demam tinggi melebihi 38,5 derajat Celsius. Banyak juga keluarga yang tertular dan lebih banyak terjadi gangguan lever.
Secara umum, laporan tersebut mengatakan bahwa kasus covid-19 dengan gejala gastrointestinal cukup bervariasi. Ditemukan 2–10 persen kasus diare, 2–15 persen kasus mual, 1–5 persen kasus muntah, serta 2–6 persen kasus nyeri perut.
(Hantoro)