Penetapan Budi Gunadi Sadikin (BGS) sebagai Menteri Kesehatan (Menkes) menjadi perdebatan yang cukup hangat di jagat maya. Beberapa netizen merasa keputusan Presiden Jokowi tersebut kurang pas.
Seperti yang dicuitkan @rizkahasa*** di Twitter, "Menkes bukan dokter? Negara ini semakin aneh saja. Saya pindah ke New Zealand."
Lalu, ada juga komentar seperti ini, "Pak Jokowi yang terhormat, apakah bapak tidak lihat banyak dokter yang hebat di Indonesia? Kenapa ini orang (BGS) yang jadi Menkes? Kalau enggak dokter Reisa, ya, minimal dokter Boyke lah," kata @pangeranlent***.
Baca juga: Atasi Masalah Dampak Covid-19 Jadi PR Budi Gunadi Sadikin sebagai Menkes
Di sisi lain, argumen sebaliknya diungkapkan Profesor Zubairi Djoerban, dokter spesialis penyakit dalam konsultan hematologi onkologi. Menurutnya, jabatan Menkes tidak harus diisi oleh seorang dokter.
"Mau latar belakangnya itu fisika nuklir, kesmas, dokter, epidemiolog atau apa, asal kemampuan manajerialnya bagus dan tahu persis persoalan di lapangan, ya, tidak masalah," ucapnya di Twitter. Okezone sudah meminta izin untuk mengutipnya.
Prof Zubairi pun melanjutkan, "Apakah saya kecewa Menkes saat ini bukan dari kalangan dokter? Saya sama sekali tidak kecewa," tegasnya.
Ia pun mengeluarkan data beberapa negara dengan Menkes bukan dokter, sebut saja Singapura dan Thailand. Meski begitu, dua negara tersebut dinilai 'so far so good' dalam menangani masalah kesehatan di negaranya.
"Kalau perlu, ganti kebijakan menteri sebelumnya-atas dasar data-data lapangan yang bernas dan sahih," saran Prof Zubairi yang juga merupakan Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI).
"Poin besarnya, kebijakan baru ini kan tak hanya untuk saya, tapi untuk penyintas kanker, lupus, HIV/AIDS, Covid-19, dan masalah kesehatan lain seluruh rakyat Indonesia. Semoga dia bisa cepat beradaptasi dengan lingkungan baru dan memutuskan kebiajakan yang tepat," sambunnya.
Terlepas latar belakangnya (yang bukan dokter), harapan Prof Zubairi besar sekali terhadap Menkes baru ini. "Tantangan untuknya lumayan berat, karena masalah kesehatan di Indonesia banyak banget, wabil khusus Covid-19. Semoga dia (BGS) punya visi misi yang baik dan program yang jelas. Selamat bekerja Pak Menteri," tambahnya.
(Helmi Ade Saputra)