USAI mengirim surat terbuka ke Gubernur Bali, I Wayan Koster, Niluh Djelantik melanjutkan kritik terkait aturan liburan ke Bali bawa surat swab test negatif Covid-19, saat Natal dan Tahun Baru. Dia menilai jika aturan tersebut diterapkan, wisata Bali sulit bangkit.
Niluh Djelantik mengungkapkan kemarahannya di laman Instagram pribadinya. Semestinya, Peraturan Gubernur Bali Nomor 46 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 dalam Tatanan Kehidupan Era Baru, serta Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 3355 Tahun 2020 tentang Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru, tak perlu diterbitkan.
"I’M SO FU**ING ANGRY RIGHT NOW. I feel you kesayangan. 80% pembatalan tidak seharusnya terjadi jika pemegang kebijakan bisa duduk bersama-sama. Meminta masukan dari semua pihak," katanya di laman Instagram @niluhdjelantik.
Baca Juga: Regulasi Liburan ke Bali Diperketat, Gubernur Koster: Langgar Prokes Akan Disanksi
"Kalaupun harus swab test dan rapid antigen. Pemerintah yang menanggung biayanya. Ada dana pemulihan Covid-19 kan? Reimburse semua biaya yang dikeluarkan wisatawan dengan menerapkan ambang batas harga wajar," ungkapnya.
Dengan adanya wisatawan yang berlibur ke Bali, menurut Mbok Niluh, sapaan akrabnya, secara tidak langsung membantu kehidupan masyarakat Bali. Apalagi selama ini Bali hidup karena pariwisatanya.
"Reimburse dalam bentuk kupon belanja/makan/rekreasi pilihan wisatawan. Semua terbantu. Tiket pesawat tidak dicancel. Bookingan hotel tidak dicancel. Wisatawan senang tetap bisa bantu Bali," terangnya.
Niluh juga menuturkan bahwa semenjak pariwisata Bali dibuka untuk wisatawan, masyarakat Bali sungguh senang. Apalagi saat libur Natal dan Tahun Baru nanti, pelaku pariwisata Bali akan kembali bernapas.
"Masyarakat Bali sangat senang karena setelah 10 bulan mati suri akhirnya bisa bernapas kembali. Ah itu pemikiran seorang rakyat jelata yang tulus sayang pada sesamanya," ujarnya.
Baca Juga: Liburan ke Bali Bawa Hasil Swab, Niluh Djelantik Kirim Surat Terbuka ke Gubernur Koster
Menurutnya, meski surat edaran Gubernur Koster telah dikeluarkan dan seandainya revisi, tetaplah wisatawan akan membatalkan liburan ke Bali. Desainer asal Bali itu juga menimbang kerugian uang yang dikeluarkan wisatawan untuk berlibur.
"Surat sudah dikeluarkan. Seandainyapun direvisi. Berapa ribu pembatalan yang sudah terjadi? Berapa kerugian rakyat Indonesia yang sudah mengeluarkan uang hasil kerja kerasnya bersiap untuk support Bali?," katanya.
"Siapa yang akan bertanggung jawab? Yang bikin aturan mau ganti rugi? Belum lagi rasa kecewa tingkat dewa karena musti atur ulang jadwal liburan ð¥º," bebernya.
Saking kesalnya, Niluh Djelantik juga menilai bahwa regulasi baru liburan ke Bali harus bawa surat swab test negatif Covid-19 ini bakal menyengsarakan masyarakat.
"Lama-lama rakyat mati bukan karena Corona tapi karena pengambilan kebijakan grasa grusu yang ujung-ujungnya menyengsarakan rakyat," kata Niluh.
(Dewi Kurniasari)