PRIA dikabarkan lebih rentan terkena virus corona Covid-19 dibandingkan perempuan. Tapi benarkah demikian atau hal tersebut hanya mitos belaka?
Berdasarkan penelitian Ghent University di Belgia yang berfokus di MicroRNA, wanita memiliki kromosom XX, sedangkan pria XY. Dengan lebih banyak kromosom X, sistem kekebalan tubuh wanita lebih kuat daripada pria.
Dalam kromosom X ini, ada peran MicroRNA yang memiliki fungsi penting terhadap kekebalan tubuh. Karenanya, sistem imun wanita dapat langsung mencegah dan menyerang virus corona yang masuk.
Sedangkan pria, kekebalan tubuhnya membutuhkan waktu tiga hari untuk menghasilkan sel T yang fungsinya melawan virus, salah satunya corona. Sel T ini diproduksi sel darah putih untuk menghancurkan virus dan bakteri di dalam tubuh.
Perbedaan ini yang mungkin membuat manfaat suplemen untuk wanita lebih menguntungkan dibandingkan pria. Risiko wanita pun menjadi cenderung lebih kecil daripada pria untuk terpapar Covid-19.
Salah satu peneliti, dokter Cristina Menni dari King's College London, dan peneliti utama aplikasi Covid Symptom Study memperingatkan, kesimpulan mereka hanya berdasarkan survei pengguna. Tim tidak dapat membuat rekomendasi suplemen vitamin berdasarkan penelitian ini.
"Sampai kami memiliki bukti lebih lanjut tentang peran suplemen dari uji coba terkontrol secara acak, kami merekomendasikan mengikuti pedoman NHS tentang penggunaan vitamin sebagai bagian dari pola makan seimbang yang sehat," ungkap dokter Cristina Menni seperti dilansir dari Kings Collage London.
Memang, sebagian besar orang yang terkonfirmasi positif langsung mengonsumsi vitamin. Mereka mengesampingkan fakta mengonsumsi suplemen membuatnya lebih kuat, tetapi menemukan masih ada efek positif yang didapat.
Profesor Tim Spector dari King's menambahkan, mengonsumsi vitamin untuk menghindari Covid-19 mungkin tidak akan terlalu berguna jika masih melanggar protokol kesehatan utama.
"Lebih baik Anda fokus pada pola makan dengan mengonsumsi beragam sayuran dan buah-buahan segar, seharusnya itu memberi semua nutrisi yang dibutuhkan untuk sistem kekebalan yang sehat," kata profesor Spector.
(Martin Bagya Kertiyasa)