REGULATOR penerbangan China telah merekomendasikan para pramugari agar memakai popok sekali pakai saat melakukan tugas penerbangan. Hal tersebut dianjurkan agar mereka tidak lagi menggunakan toilet dan dapat mengurangi risiko penyebaran Covid-19.
“Awak kabin tidak boleh menggunakan toilet kecuali keadaan khusus selama penerbangan ke berbagai negara, termasuk negara dengan wilayah tingkat kasus yang lebih tinggi,” bunyi keterangan resmi otoritas penerbangan sipil China, menyitir laman Daily Mail.
Selain memantau protokol kesehatan penumpang terjaga dan berjarak, pramugari diwajibkan menggunakan alat pelindung diri yang lengkap seperti masker, sarung tangan sekali pakai, kacamata pelindung, pakaian pelindung, dan penutup sepatu dengan standar medis.
Meskipun arahan tersebut terdengar lebih dramatis, namun langkah ini bukanlah hal yang baru untuk dipraktikkan semenjak Wuhan pertama kali mengumumkan kasus virus corona di dunia.
Menurut laporan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di China, toilet merupakan salah satu tempat yang cukup berisiko untuk terjangkit virus, mengingat beberapa kasus pernah terjadi kepada pengunjung luar negeri dan domestik saat menggunakan toilet di pesawat.
Para ilmuwan juga percaya jika virus corona dapat menyebar melalui pipa ledeng. Ini dibuktikan dengan kasus tiga keluarga yang tinggal di gedung tinggi China, yang kemudian dinyatakan positif terkena virus meski tak bersentuhan sama sekali.
“Pada bulan Agustus dibuktikan bahwa toilet umum dapat menjadi penuh sesak dan kemungkinan besar menyimpan virus di banyak permukaan yang dingin. Penularan virus melalui feses dan urin juga merupakan risiko yang tinggi,” ungkap para tim ilmuwan.
Aturan baru penggunaan popok ini telah ditambahkan pada kebijakan penerbangan oleh Administrasi Penerbangan Sipil China (CAAC) pada 25 November 2020. Setiap awak kru maskapai China diperintahkan mematuhi ketentuan pedoman ini
(Dewi Kurniasari)