AIR New Zealand menawarkan program yang unik dan menarik bernama Mystery Break. Penawaran ini akan sangat cocok untuk Anda yang suka tantangan dan masih bingung akan tujuan berlibur. Pasalnya, pihak maskapai penerbanganlah yang akan mengatur seluruh persiapan liburan calon penumpang.
Maskapai terbaik di dunia ini akan menyiapkan liburan Anda, mulai dari tiket penerbangan, akomodasi, transportasi, hingga tujuan. Jadi setelah memesan paket liburan dari Air New Zealand tidak perlu repot-repot untuk mengurus segalanya.
Destinasi liburan juga akan dirahasiakan dari penumpang hingga dua hari sebelum keberangkatan.Namun, pemesanan tanggal keberangkatan bisa dipilih dan harus mengisi data tempat-tempat yang tidak ingin dikunjungi.
Pihak pengelola hanya akan memberi informasi umum serta rincian tidak jelas tentang akomodasi dan konsumsi yang disertakan. Misalnya tipe hotel, menu makanan, dan jenis kendaraan yang digunakan selama berlibur.
Baca Juga: Ikut-ikutan Pacar, Mantan Pramugari Cantik Ini Nekat Jadi Kurir Narkoba
Kali ini ada tiga paket terpisah yang ditawarkan, yakni Great, Deluxe, dan Luxury. Ketiga paket tersebut termasuk penerbangan dari dan menuju salah satu dari 20 tujuan domestik Air New Zealand. Adapun harga paket liburan tersebut dibanderol mulai dari $422 USD atau setara dengan Rp6,2 jutaan.
"Kami sangat bersemangat untuk menyegarkan Mystery Breaks, ini bagian dari upaya kami untuk meningkatkan pariwisata lokal," ujar Jeremy O'Brien, General Manager merek dan pemasaran Air New Zealand, dikutip dari Foxnews, Senin (7/12/2020).
Program paket liburan ini telah dikembangkan lebih lanjut untuk menarik wisatawan yang ingin berlibur. Semua pilihan dapat dipesan melalui situs web Air New Zealand. Maskapai ini juga menawarkan voucher hadiah untuk perjalanan tersebut.
“Mystery Breaks juga merupakan pilihan hadiah yang bagus karena Anda tidak memerlukan nama atau tanggal untuk membeli voucher, penerima dapat memutuskannya di kemudian hari,” tambah O'Brien.
Sementara itu, penduduk Selandia Baru tidak diizinkan melakukan perjalanan internasional saat ini, kecuali ke beberapa negara bagian Australia. Hal ini sebagai bagian dari tahap pertama perjalanan bebas karantina antara kedua negara. Tahap pertama yang mulai berlaku pada 16 Oktober ini merupakan langkah menuju pembukaan kembali kesempatan kerja dan pariwisata antara kedua negara.
(Dewi Kurniasari)