TERPUKULNYA industri penerbangan karena pandemi Covid-19 membuat seorang mantan pilot, Aaron Leventhal mengganti pekerjaannya menjadi seorang sopir truk. Maskapai terbesar Flybe di Eropa yang mempekerjakannya telah berhenti beroperasi sementara waktu dan membuat 2.500 orang kehilangan pekerjaan.
Keadaan tersebut sempat membuat Leventhal tidak percaya. Tidak hanya soal impian yang runtuh, ia teringat kembali bagaimana perjuangannya untuk mewujudkan cita-citanya menjadi seorang pilot.
"Saya benar-benar hancur saat Flybe tak beroperasi. Sejak usia 13 tahun saya ingin menjadi pilot, saya berlatih selama usia 20-an, untuk mewujudkan impian saya. Harganya 100.000 Poundsterling dan saya bekerja sebagai sopir tanker bensin untuk membantu membayarnya,” katanya, dilansir dari laman The National, Sabtu (5/12/2020).
Meski kehilangan pekerjaan, pria berusia 36 tahun ini ingin membantu orang-orang yang tengah mengalami kesulitan di tengah pandemi. Hal itu bermula ketika ia masuk ke kantor Flybe dan menemukan iklan lowongan pekerjaan.
Baca Juga: Viral Pilot Ganteng Korban PHK Jualan Burger Bareng Istri, Awalnya Belajar dari YouTube
Dalam tulisan iklan, perusahaan tersebut membutuhkan sopir truk yang akan membantu mengirim barang ke supermarket dan menata setiap rak-rak barang yang tersedia.
“Saya hanya ingin melakukan sedikit untuk membantu, pahlawan sebenarnya adalah pekerja NHS (national health service) di garis depan. Saya merasa bangga bisa membantu,” lanjutnya.
Leventhal yang kini bekerja untuk perusahaan supermarket Tesco mendapatkan dukungan yang banyak karena ia sempat membagikan ceritanya di media sosial.
"Ini menghancurkan hati saya karena tidak bisa terbang, tapi saya beruntung mendapatkan pekerjaan selama ini. Saya tidak akan menyerah pada impian saya dan saya berharap ketika maskapai penerbangan mulai merekrut lagi, saya bisa kembali ke udara, tetapi untuk saat ini masih bermanfaat, karena saya dapat memainkan peranan” pungkasnya mengakhiri.
(Dewi Kurniasari)