SELAIN pantai, Sukabumi memiliki destinasi lain yang ramai disambangi wisatawan yakni air terjun atau dalam bahasa Sunda disebut curug. Curug di Sukabumi tak kalah indah dan mempesona dari wisata lainnya.
Menghabiskan waktu di curug sambil bermain air, dijamin akan membuat diri Anda semakin rileks. Curug di Sukabumi suasananya sejuk dan dikelilingi tebing tinggi, bebatuan ditambah dengan pepohonan rindang nan indah dipandang mata.
Kira-kira, curug mana saja yang bisa Anda kunjungi saat traveling ke Sukabumi ya? Dilansir Okezone dari Instagram @sukabumi_ , berikut 4 curug di Sukabumi yang bikin mata ogah kedip.
Baca Juga: Pasca-Kepulangan Habib Rizieq, Begini Kondisi Bandara Soekarno-Hatta Hari Ini
Curug Cikaso
(Instagram assap)
Curug Cikaso yang lebih populer dengan nama Curug Luhur berlokasi di Dusun Ciniti, Cibitung, Kecamatan Surade, Cibitung, Sukabumi, Jawa Barat, menawarkan panorama alam cantik yang luar biasa.Memiliki warna air super jernih hijau kebiruan dan dikelilingi gunung beserta pepohonan rindang membuat wisatawan betah berlama-lama di sini.
Spot favorit wisatawan adalah berenang langsung di bawah air terjun yang mengalir deras. Waktu terbaik berkunjung ke curug dengan ketinggian 80 meter tersebut yakni pagi hari,saat belum ramai pengunjung berdatangan.
Penduduk asli Sukabumi pun mengatakan di kolom instagram @sukabumi_ bahwa suasana Curug Cikaso mantap betul.
“Mantuuul suasananya... sy bangga jd ank bangsa ... sy lbh bangga jd ank indonesia.. lbh bangga lg karena sy asli ank kampung dr pedusunan sukabumi.. I love Sukabumi..” ungkap akun instagram @dedd**.dyckohe*man.
Curug Larangan
Curug yang berada di kawasan Geopark Ciletuh ini menyuguhkan pemandangan khas yaitu dikelilingi tebing bebatuan di sekitar curug yang cukup tinggi dan hutan lebat. Arus air terjun ini cukup deras sehingga harus hati-hati bila Anda ingin berenang. Selain itu, warna air di Curug Larangan jernih dan air terasa dingin.
Tempat ini cocok disambangi bersama kerabat lho, Okezoners. Saat menyusuri Curug Larangan, Anda akan menghadapi jalan setapak yang licin dan bebatuan besar serta banyak pepohonan rindang yang menyejukan mata. Lokasi Curug Larangan berada di Girimukti, Ciemas, Sukabumi, Jawa Barat. Adapun fasilitas seperti toilet dan tempat makan sudah tersedia.
Netizen pun turut berkomentar akan keindahan yang disuguhkan Curug Larangan tersebut di halaman kolom komentar @sukabumi_.
“Keren pisan eiu alam...” ujar akun @uyu***alispermadi.
“Masya Allah kereeeen❤️” tulis akun @id**ati_florida.
Curug Sawer
(Instagram/@anglurselurr_)
Berlokasi di Gede Pangrango, Kadudampit, Sukabumi, Jawa Barat. Curug Sawer terkenal dengan airnya yang dingin bak es. Curug ini didominasi dengan tebing-tebing tinggi mengelilingi sekitaran curug dan pepohonan hijau lebat yang membuat Curug Sawer terlihat semakin eksotis. Udara disana pun sangat sejuk, sehingga wisatawan dapat menghirup udara untuk menyegarkan pikiran dan hati.
Terdapat beberapa spot cantik untuk mengabadikan momen di sini, seperti jembatan, air terjun yang deras sebagai latar foto, bebatuan besar dan masih banyak lagi. Berkunjung kesini, wisatawan tidak usah khawatir karena fasilitas seperti mushola, istirahat , warung-warung kecil hingga toilet sudah tersedia. Jika berada di Sukabumi, Anda harus menyambangi curug ini, dijamin asyik.
“Indah banget bro.. ð” kata akun @romi**dre83.
“Mantaabbsss Lurrr...❤️” ujar akun @adi**sone.
Curug Puncak Manik
Merekam keindahan dengan indera penglihatan pas banget saat Anda bertandang ke Curug Puncak Manik yang berlokasi di Desa Cibenda, Ciemas, Sukabumi, Jawa Barat. Air terjun yang mengalir deras dari ketinggian 100 meter dapat memukau para pelancong saat berada di Curug Puncak Manik. Curug ini juga memamerkan keeksotisan alam luar biasa yakni tebing tinggi dengan bebatuan besar yang dapat memanjakan netra.
Penyuka fotografi, wajib banget mampir kesini karena di sekitar curug ini terdapat pemandangan yang instagenic loh. Perjalanan menuju kesini butuh waktu sekitar 4 jam dari Kota Sukabumi. Tempat ini juga cocok untuk berpetualang bersama teman atau pasangan.
(Dewi Kurniasari)