Cegah Klaster Libur Panjang, Tito Karnavian Sarankan Masyarakat Bersih-Bersih rumah

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis
Rabu 21 Oktober 2020 14:42 WIB
Bersih-bersih rumah (Foto: Dogtas)
Share :

Libur panjang yang jatuh pada akhir Oktober 2020 menjadi angin segar bagi para masyarakat yang sudah jenuh dengan aktivitas kerja. Namun hal ini juga bisa berdampak buruk bagi penyebaran virus corona Covid-19. Sebab banyak masyarakat yang memilih untuk bepergian atau sekadar berekreasi selama libur panjang.

Menyadari hal tersebut Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian mengimbau masyarakat untuk tidak bepergian sebisa mungkin. Sebab kondisi tersebut dapat membuat penyebaran Covid-19 menjadi semakin tinggi di Indonesia.

 

“Biasanya masyarakat akan melakukan perjalanan seperti pulang kampung, kumpul bersama keluarga, atau liburan, rekreasi dan lain-lain. Tapi pengalaman kita sebelumnya saat libur terjadi mobilitas yang sangat tinggi. Masyarakat bergerak dari satu tempat ke tempat lain,” terang Tito dalam konferensi pers di YouTube Sekertariat Kabinet.

Aktivitas ini tentu bisa menimbulkan media penularan Covid-19. Oleh sebab itu untuk membuat liburan kali ini tidak menjadi media penularan, ada beberapa hal yang harus dilakukan bersama. Setidaknya ada lima poin penting yang disampaikan Tito dalam upaya mencegah terjadinya klaster libur panjang.

1. Bagi masyarakat yang di daerahnya zona merah, atau rawan penularan kalau bisa tidak pulang dan tidak berlibur, lebih baik mengisi waktu di tempat masing-masing seperti bersih-bersih rumah atau tempat tinggal dan menikmati liburan di kediaman masing-masing.

2. Jika seandainya masyarakat keluar kota, yakinkan diri sendiri dengan melakukan tes PCR. Sehingga anda yakin dalam keadaan negatif, sehingga tidak menjadi penular bagi saudara maupun orangtua yang ada di daerah. Lalu lintas akan diatur oleh Polri, perhubungan dan lain-lain.

3. Setiap daerah akan diadakan rapat dengan kepala daerah tentang bagaimana cara berduet. Daerh-daerah kita harapkan menjaga betul mekanisme pertahanan daerah masing-masing yang selama ini sudah berjalan seperti libur lebaran yang lalu.

4. Hindari adanya kerumunan dan tempat dimana tidak bisa menjaga jarak. Protokol kesehatan seperti menggunakan masker, jaga jarak, cuci tangan, benar-benar harus diterapkan.

Kerawanan mungkin akan terjadi pada tempat-tempat wisata. Oleh sebab itu tempat wisata harus dibicarakan dengan kepala daerah antara pembina dan pengelola tempat wisata agar tidak terjadi kerumunan masif.

5. Kalau ada kegiatan yang berkaitan dengan liburan panjang kali ini seperti kegiatan tradisi maupun budaya atau dan lainnya, kalau hal tersebut dilaksanakan sebaiknya tanpa ada kerumunan.

 Baca juga: 5 Gaya Nagita Slavina di Labuan Bajo, Cantik Pakai Topi Maria Mercedes!

Ini bukan tidak menghormati tradisi, namun saat ini kondisinya berbeda karena sedang masa pandemi Covid-19. Jangan sampai menjadi korban

(Dyah Ratna Meta Novia)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya