DANAU Matano merupakan danau terdalam di Indonesia. Danau ini juga menjadi yang terdalam di Asia Tenggara dan termasuk jajaran danau terdalam di dunia. Kedalaman danau ini mencapai 590 meter dan memiliki panjang 28 kilometer dan lebar 8 kilometer.
Danau Matano berlokasi di pegunungan Verbek, Sorowako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Danau ini memiliki daya tarik tersendiri dengan panorama alamnya yang cantik dan eksotis. Melansir dari channel YouTube iNews Magazine, Matano termasuk danau purba yang berusia berabad-abad.
Pulau Sulawesi terbentuk karena pertemuan tiga lempeng benua yaitu lempeng Indo China, Lempeng Filipina dan Lempeng Australia. Di pulau ini terdapat danau yang masih menjadi tempat penelitian para ahli karena termasuk sebagai satu dari lima danau purba di dunia yaitu Danau Matano.
Baca juga: Tur Virtual Dianggap Jadi Cara Promosi Wisata Paling Manjur
Danau Matano merupakan surga dunia bagi para pencinta water ski atau ski air karena arus air yang cukup tenang jadi cocok buat pemula yang ingin mencoba olahraga tersebut. Ski air merupakan olahraga air, di mana pemainnya menaiki papan di atas air lalu ditarik menggunakan perahu.
Danau ini sangat ramai di sore hari. Sebab, banyak warga sekitar hendak melihat momen terbenamnya matahari alias sunset. Berdasarkan bahasa setempat Matano berarti dongi atau mata air. Masyarakat lokal percaya bahwa Danau Matano terbentuk karena ribuan mata air yang muncul serta gerakan tektonik.
Danau Matano juga berfungsi sebagai sumber kehidupan dan sumber air bagi dua danau lainnya yaitu Danau Mahalona dan Danau Towuti. Ketiga danau ini termasuk dalam Kompleks Danau Malili yang dikelilingi oleh daerah perbukitan yang tersayat oleh patahan atau yang dikenal dengan Sesar Matano.
Berdasarkan penelitian dari beberapa ahli geologi dunia, hasil kalibrasi jejak metabolisme bakteri belerang di Matano mirip dengan laut bumi awal.
Hal ini sesuai dengan hasil jejak bebatuan yang lebih tua dari 2,5 miliar tahun silam. Salah satu bukti bahwa danau tersebut danau purba yaitu banyaknya ikan endemik yang diyakini sebagai ikan purba.
Masyarakat lokal meyakini bahwa banyak ikan purba yang hidup di dasar danau yang berada pada ketinggian 382 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu.
Melansir dari laman Indonesia.go.id, Danau Matano menjadi rumah bagi sejumlah fauna eksotis. Beberapa fauna merupakan hewan langka yang hanya ada di danau ini yaitu ikan Butini (Glossogobius Matanensis).
Ikan Butini bagi warga setempat dijuluki sebagai ikan purba karena kemiripannya yang kecoklatan serta bentuknya seperti binatang purba. Selain ikan Butini, fauna lain yang bisa kita temukan adalah kepiting Bungka (Paratelphusa), dan keong air tawar (Brotia).
(Rizka Diputra)