Klaster keluarga di tengah pandemi Covid-19 makin mengkhawatirkan. Banyak keluarga yang anggotanya terjangkit Covid-19.
Oleh karena itu pemerintah berusaha menurunkan risiko klaster keluarga. Dalam laporan Kemenkes diterangkan terdapat beberapa upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Bogor dalam menurunkan kasus klaster keluarga. Berikut ini langkah-langkahnya:
1. Mendorong pasien konfirmasi positif tanpa gejala atau bergejala ringan untuk di isolasi di Pusat Isolasi Non Fasyankes dan saat ini sedang proses pengajuan Hotel sebagai tempat isolasi dengan skema pembiayaan dari pusat (BNPB) dengan kapasitas 300 kamar.
2. Mengaktifkan tim pantau detektif Covid-19 di RW siaga untuk memantau pasien yang isolasi mandiri di rumah agar benar-benar disiplin dan tidak beraktivitas di luar rumah serta memantau perkembangan kondisi klinisnya setiap hari.
3. Bagi anggota keluarga yang bekerja di luar rumah atau luar kota, pastikan sepulang kerja untuk segera membersihkan diri, mandi, dan mendesinfeksi barang yang dibawa (tas, hp), baru berinteraksi dengan anggota keluarga lain.
4. RW siaga mendata dan memantau anggota warganya yang bekerja di luar Kota Bogor.
Baca juga: Intip Gaya Jessica Iskandar Pakai Dress Kuning, Netizen: Mantul Cantiknya!
5. RW siaga mendata warganya yang akan bepergian ke luar kota dan bagi warga yang baru saja pulang bepergian dari luar kota agar melapor ke RW siaga dan melakukan karantina mandiri selama 14 hari.
(Dyah Ratna Meta Novia)