BERHASIL menapakkan kaki di puncak gunung memang memberikan kepuasan tersendiri. Terlebih bila gunung yang dituju masuk dalam deretan seven summits atau puncak gunung tertinggi di Indonesia. Sebut saja Gunung Semeru di Jawa Timur.
Sayangnya, sejak tahun 2012 lalu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah menetapkan status waspada pada Gunung Semeru. Dengan status ini, para pendaki tidak disarankan mendekati puncak Semeru (Mahameru) demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Kecuali bila pendaki berani mengambil risiko, dan bertanggung jawab atas diri mereka sendiri.
Nah, bagi Anda yang masih memiliki hasrat mendaki Gunung Semeru juga tidak perlu kecewa. Anda dapat menikmati beragam panorama alam yang indah di Ranu Kumbolo. Spot ini juga cocok loh buat pendaki pemula.
Lantas, seperti apa daya tarik Ranu Kumbolo? Yuk simak penjelasan Sukaryo (Cakyo), salah seorang relawan Gunung Semeru.
Rumah bagi Suku Tengger
Daya tarik pertama yang bisa dinikmati wisatawan atau pendaki adalah berinteraksi dengan Suku Tengger.
"Gunung Semeru memang masuk dalam gugusan Pegunungan Tengger, dan di Ranu Kumbolo inilah bermukim Suku Tengger," kata Cakyo saat dihubungi Okezone via sambungan telefon, Selasa (29/9/2020).
(Foto: Instagram/@event.solo)
Semeru, lanjut Cakyo, juga merupakan daerah suci bagi umat Hindu dan disebut-sebut sebagai paku bumi Pulau Jawa. Informasi-informasi unik inilah yang bisa digali pendaki saat menyambangi Gunung Semeru dan Ranu Kumbolo.
Baca juga: Nikmati Wisata ala Maldives di Pulau Tegal Mas, Lampung
Danau tertinggi di Pulau Jawa
Bagi Anda yang pernah menonton film 5 cm tentu sudah melihat cuplikan keindahan Ranu Kumbolo yang menampilkan panorama danau yang indah, dikelilingi hamparan dan bukit-bukit berwarna hijau.
Ranu Kumbolo sendiri terletak di ketinggian 2.400 mdpl, menjadikannya sebagai danau tertinggi di Pulau Jawa. Bila Anda memutuskan untuk bermalam di area ini, jangan lewatkan momen golden sunrise yang begitu spektakuler.
(Foto: Instagram/@niaz_cavalera)
Permukaan danau akan memantulkan sinar mentari pagi seolah-olah membawa Anda ke negeri dongeng. Anda juga bisa bermain atau berburu foto instagramable di pinggir Danau. Tetapi jangan coba-coba mencemplungkan diri di danau ini ya, Okezoners!
"Dilarang berenang, karena dapat menggangu eksositem. Selain itu, air di Ranu Kumbolo ini juga dianggap suci oleh umat Hindu dan orang Tengger sendiri. Di sana bahkan ada prasastinya," ungkap Cakyo.
Menikmati udara sejuk dan fenomena embun es
Menurut penjelasan Cakyo, suhu udara di Ranu Kumbolo memang terbilang dingin. Bahkan, bisa mencapai -5 sampai -10 derajat celsius. Namun bila Anda telah menyiapkan pakaian hangat, suhu tersebut justru bisa Anda nikmari sembari menyesap secangkir kopi dan memandangi danau dari pinggir tenda.
(Foto: Instagram/@kocad_syb)
"Suhu di Ranu Kumbolo itu bisa dinikmati meskipun dingin sekali. Sudah beberapa kali pula terjadi fenomena embun es. Biasanya berlangsung sepertiga malam sampai pagi," jelasnya.
Menikmati kecantikan bunga Verbena
Di dekat Ranu Kumbolo, ada sebuah padang savana yang dikenal dengan nama Oro-oro ombo. Lokasinya tepat berada di balik Bukit Cinta. Di tempat ini pula wisatawan dapat menikmati kecantikan bunga Verbana Brasiliensis Vell yang memenuhi savana seluas 20 hektare itu.
(Foto: Instagram/@hutama_rahmahardika)
"Kalau habis musim hujan, warna bunga Verbana tampak keunguan. Sekilas seperti lavender. Meskipun cantik, bunga ini termasuk jenis tanaman invasif yang dapat menjadi ancaman bagi tanaman endemic di kawasan Semeru," pungkas Cakyo.
(Rizka Diputra)