Mulai Disepelekan, Pakai Masker Terbukti Cegah Penularan Covid-19

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Kamis 17 September 2020 15:40 WIB
Pakai masker (Foto: Pixabay)
Share :

Pemerintah dan para tenaga kesehatan selalu mengingatkan untuk selalu pakai masker saat Anda berada di luar rumah. Bagaimana pun, virus corona sekarang sudah ada di sekitar kita dan waspada adalah tindakan yang tepat.

Bicara soal menggunakan masker, tidak bisa dipungkiri kalau masih ada di antara kita yang ogah menggunakan masker. Alasannya beragam, ada yang tidak betah, susah napas, hingga alasan sepele karena merasa sehat jadi tidak mau pakai masker.

 

Disampaikan Dokter Spesialis Kejiwaan Primaya Hospital Bekasi Barat dr Alvina, SpKJ, ada beberapa alasan menurutnya kenapa masyarakat masih susah pakai masker.

"Penyebab orang tidak mau pakai masker itu beragam, misalnya memang dari awal merasa tidak percaya dengan perlunya penggunaan masker, merasa tidak mau diatur-atur, atau tidak percaya kalau Covid-19 sangat mudah menyebar," paparnya saat diwawancarai Okezone, Kamis (17/9/2020).

 Baca juga: Potret Cantik Angel Karamoy, Janda 4 Tahun yang Penuh Pesona

Dokter Alvina pun menjelaskan kalau ada sebagian orang tidak mau pakai masker karena bosan dan merasa dirinya tidak gampang tertular penyakit. "Ada juga masyarakat yang sudah di titik pasrah dengan situasi," tambahnya.

Meski begitu, saran dr Alvina, edukasi tetap harus disebarkan, termasuk meluruskan informasi-informasi hoaks yang beredar di masyarakat seputar pandemi ini. "Masyarakat juga perlu diingatkan soal penggunaan masker yang tepat dan tahu dengan benar bagaimana cara memakainya," saran dia.

Di sisi lain, para peneliti sudah membuktikan kalau masker cukup efektif dalam mencegah paparan virus corona.

Dalam laporan Business Insider, studi bulan Juni yang diterbitkan dalam jurnal Health Affairs, misalnya, menunjukkan bahwa di 15 negara bagian Amerika Serikat dan Washington DC, perintah menggunakan masker menyebabkan perlambatan kasus Covid-19 yang signifikan. Tiga minggu setelah mandat, pertumbuhan kasus telah melambat dua persen.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya