KLATEN — Setelah hampir enam bulan tutup karena pandemi Covid-19, Candi Sojiwan dan Plaosan di Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah kembali dibuka untuk umum. Pembukaan dilakukan mulai, Sabtu 5 September 2020, dengan menerapkan protokol kesehatan.
Pelaksana tugas Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Klaten, Sri Nugroho mengatakan, pengunjung kedua objek wisata cagar budaya itu diwajibkan mengenakan masker dan menjaga jarak fisik. Pengunjung sementara tidak diizinkan masuk bilik candi.
"Sebenarnya menyentuh candi pun tidak boleh," kata Nugroho seperti dilansir dari Solopos, Senin (7/9/2020).
Pengunjung Candi Sojiwan dibatasi maksimal diisi 30 orang. Sementara di Candi Plaosan jumlah maksimal pengunjung di kompleks candi 50 orang. Setiap pengunjung dibatasi berada di kedua candi itu maksimal 30 menit.
Baca juga: Badan Otorita Borobudur Latih Pelaku Wisata Hadapi New Normal
Pekan lalu sebelum dibuka, Disparbudpora Klaten dan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah telah menggelar simulasi di kawasan candi. "Kami juga berkoordinasi dengan Dinkes, kecamatan, serta pemerintah desa," ujar Nugroho.
Tarif Tetap
Sementara itu tarif tiket masuk ke dua candi tersebut masih tetap seperti sebelum Covid-19. Tiket masuk Candi Plaosan yakni Rp10.000 untuk dewasa dan Rp2.000 untuk anak. Sementara, tiket masuk ke Candi Sojiwan yakni Rp8.000 untuk dewasa dan Rp2.000 untuk anak-anak.
Kasi Pengelolaan dan Pengembangan Daya Tarik Sarana Wisata Disparbudpora Klaten, Ahmad Susanto, mengatakan jam buka untuk kunjungan wisata di Plaosan dan Sojiwan pada masa pandemi dipersingkat. Soal tiket masuk, Ahmad juga menjelaskan ada pembatasan jumlah tiket masuk setiap harinya.
"Pada kondisi sebelum pandemi itu jam buka pukul 07.30 WIB-17.00 WIB. Sementara pada masa pandemi ini jam buka dari pukul 08.30 WIB sampai pukul 15.00 WIB. Untuk tiket masuk di Plaosan kami batasi 200 tiket per hari," tutur dia.
Ahmad mengatakan Candi Plaosan dan Sojiwan menjadi objek wisata yang ikut ditutup sejak ada pandemi Covid-19. Penutupan objek wisata di Klaten dilakukan pada pertengahan Maret lalu.
Disinggung objek wisata lainnya yang dikelola pemkab, Ahmad menjelaskan untuk sementara masih tutup seperti seperti Bukit Sidoguro, objek mata air Cokro (OMAC), serta pemandian Jalatunda belum dibuka hingga Minggu.
(Salman Mardira)