Mengejutkan! Banyak Ilmuwan Suntikkan Vaksin Covid-19 Ilegal

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Kamis 03 September 2020 12:31 WIB
Ilustrasi (Foto : Medicaldaily)
Share :

Proses penciptaan vaksin Covid-19 terbaik masih berlangsung di banyak negara. Namun, hingga detik ini belum ada vaksin Covid-19 yang disahkan Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk dijadikan penangkal virus SARS-CoV2 penyebab Covid-19.

Di sisi lain, terjadi fenomena mengejutkan di laboratorium penciptaan vaksin Covid-19. Ya, para ilmuwan ternyata banyak yang menyuntikan vaksin buatannya ke diri sendiri, bahkan anggota keluarga atau teman terdekat.

Dilaporkan New York Post, metode, hasil, dan klaim hasil penelitian para ilmuwan yang nekad menyuntikkan vaksin buatannya sendiri sangat bervariasi.

Salah seorang ilmuwan yang melakukan hal gila itu adalah Johnny Stine dari North Coast Biologics, sebuah perusahaan bioteknologi di Seattle. Karena ulahnya memberikan vaksin buatan sendiri ke Wali Kota Pulau San Juan Farhad Ghatan, Stine mendapat teguran keras dari Jaksa Agung Washington. Tidak hanya ke Wali Kota, ilmuwan itu pun ternyata menyuntikkan vaksin buatannya itu ke 30 orang responden dengan tagihan biaya 400 USD atau sekitar Rp5,8 juta sekali suntik.

Kasus serupa pun dilakukan Rapid Deployment Vaccine Collaborative atau RaDVaC, yang salah satu kolaboratornya adalah ahli genetika Harvard George Church. Praktek mereka dianggap ilegal karena tidak disetujui otoritas pengawas obat dan makanan Amerika Serikat (FDA).

Baca Juga : Maria Vania Selfie di Kamar Mandi, Netizen Langsung Minta Diculik!

Apa yang dilakukan para ilmuwan itu sangat keliru. Vaksin yang mereka buat tanpa pengawasan studi terkontrol pasebo itu memiliki konsekuensi negatif yang tak terduga. Ini sangat berbahaya.

Jeffrey Kahn, direktur Institut Bioetika Johns Hopkins Berman mengatakan, mendorong orang lain untuk menggunakan vaksin buatan sendiri atau vaksin DIY seperti kembali ke zaman perdukunan. Vaksin yang disuntikkan hanya menjanjikan kepalsuan semata.

Sementara itu, Wali Kota Ghatan tidak menyesal sudah disuntikkan vaksin DIY ke tubuhnya. "Saya lebih suka memiliki kesempatan untuk mendapatkan perlindungan daripada tidak memiliki perlindungan sama sekali dan menunggu dan terus menunggu," tegasnya.

(Helmi Ade Saputra)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya