POTENSI wisata Labuan Bajo yang luar biasa berhasil menarik perhatian wisatawan domestik hingga mancanegara. Tak heran bila kini, pemerintah sepakat menetapkan Labuan Bajo sebagai pintu gerbang pariwisata di Nusa Tenggara Timur.
Hal tersebut diakui oleh Staf Ahli Bidang Pembangunan Berkelanjutan dan Konservasi Kemenparekraf/Baparekraf, Frans Teguh.
Baca Juga: Intip Serunya Liburan Kirana Larasati di Labuan Bajo
Frans menyatakan, Flores mempunyai berbagai potensi destinasi wisata yang dimanfaatkan untuk memajukan perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Potensi tersebut dibuktikan dengan terpilihnya Labuan Bajo sebagai salah satu dari lima Destinasi Super Prioritas (DSP).
“NTT itu memiliki daya tarik yang luar biasa dari sisi pariwisata. Tantangan kita sekarang adalah bagaimana mentransformasikan potensi-potensi ini menjadi produk unggulan yang berkualitas, sehingga kita benar-benar harus memperhatikan prinsip keberlanjutan,” kata Frans seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Okezone, Senin (31/8/2020).
Untuk mewujudkan pengembangan destinasi wisata ke arah yang lebih baik di Flores, Frans mengatakan perlu ada kolaborasi dan komunikasi yang intensif antara berbagai pihak. Sehingga, sektor pariwisata bisa menjadi penggerak roda perekonomian hingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat NTT.
“Melalui kolaborasi dan komunikasi yang intensif, saya yakin kita bisa menggelola pariwisata NTT dengan lebih serius dan membangkitkan kepercayaan wisatawan untuk berkunjung ke NTT, terutama ke Pulau Flores,” katanya.
Hal ini diamini oleh Kepala Bidang Pengembangan Organisasi dan Kelembagaan Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indonesia (ASITA) Manggarai Barat, Servasius Irwan Budi Setiawan. Menurut Servasius, berdasarkan data kedatangan wisatawan ke NTT pada 2019, ada 137.740 wisatawan mancanegara dan 210.770 wisatawan Nusantara yang datang berwisata ke Flores dari Labuan Bajo.
“Dari Labuan Bajo, wisatawan kemudian berkunjung ke Taman Nasional Komodo yang dikenal sebagai situs warisan dunia UNESCO. Taman Nasional Komodo pada 2019 menyumbangkan pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Manggarai Barat sebesar Rp50 miliar dan menciptakan lapangan kerja baru di sektor pariwisata,” papar Servasius.
(Dewi Kurniasari)