New Normal, Labuan Bajo Susun Travel Pattern bagi Wisatawan

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis
Senin 31 Agustus 2020 22:49 WIB
Pulau Padar. (Foto: Dewi/Okezone)
Share :

LABUAN Bajo ditetapkan menjadi gerbang wisata Nusa Tenggara Timur (NTT) di era new normal. Sebabnya potensi pulau yang identik dengan komodo ini begitu beragam.

Bupati Nagekeo, Johannes Don Bosco Do mengatakan, saat berwisata ke Labuan Bajo, wisatawan dapat menikmati berbagai atraksi wisata alam dan budaya yang menarik. Wisatawan tidak hanya bisa melihat komodo, tetapi juga ada tradisi tinju adat atau Etu, yang dilaksanakan setiap tahun di 31 kampung adat yang ada di Nagekeo.

“Pemerintah Kabupaten Nagekeo, terutama Dinas Pariwisata dibantu dinas-dinas lain menata kampung adat yang ada atraksi tinju dan semua pendukungnya,” tutur Johannes, lewat keterangan resminya.

Baca Juga: Intip Serunya Liburan Kirana Larasati di Labuan Bajo

Johannes menuturkan, pemerintah setempat kini sedang membenahi potensi wisata di Nagekeo. Termasuk di sektor infrastruktur dan sumber daya manusia.

"Penerapan sapta pesona, menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan kampung adat, dan mengembangkan pemanfaatan rumah-rumah penduduk sebagai penginapan untuk menerima turis dengan menggandeng PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia)," imbuh dia.

Mengenai penerapan protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness, Health, and Environmental Sustainability) di kawasan DSP Labuan Bajo dan sekitarnya, Direktur Utama Badan Otorita Pariwisata (BOP) Labuan Bajo Flores, Shana Fatina, mengatakan hampir seluruh destinasi wisata di daerah koordinasinya sudah menerapkan hal tersebut.

"Protokol kesehatan sudah diterapkan di Labuan Bajo dan sekitarnya,” ujar Shana.

Selain itu, Shana juga menyebutkan pihaknya kini tengah menyusun travel pattern bagi wisatawan yang datang berkunjung ke Labuan Bajo. Agar nantinya para wisatawan yang datang dapat tersebar mengunjungi berbagai destinasi wisata yang ada di Pulau Flores.

“BOP labuan bajo tidak hanya bicara pengembangan Labuan Bajo tapi juga (destinasi wisata) sekitarnya. Jadi nanti akan ada travel pattern yang sedang disusun untuk mengangkat pariwisata secara keseluruhan di NTT,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT, Wayan Darmawa, berharap agar ke depan NTT terutama Flores menjadi motor penggerak perekonomian daerah. Terutama di era adaptasi kebiasaan baru pascapandemi Covid-19.

“Dengan penetapan Labuan Bajo sebagai wilayah Destinasi Super Prioritas, kami berharap hal ini dapat meningkatkan sektor pariwisata di NTT terutama di Flores bersamaan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar destinasi wisata,” tutur Wayan.

(Dewi Kurniasari)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya