Jika Anda beranggapan bahwa seluruh dunia terpapar Covid-19, maka sangat keliru. Sebab, menurut laporan New York Post, ada 10 negara angota PBB yang tak terpapar Covid-19.
Berdasar data BBC, 10 negara yang tak terpapar Covid-19 tersebut semuanya ada di pulau di Samudera Pasifik yaitu Republik Palau, Mikronesia, Republik Nauru (negara mikro dari Mikronesia), Republik Kepulauan Marshall, Republik Kiribati, Kepulauan Solomon, Tuvalu, Negara Independen Samoa, Republik Vanuatu, dan Kerajaan Tonga.
Ya, 10 pulau tersebut membanggakan diri bahwa tidak ada satu kasus pun tercatat di sana. Beda sekali dengan negara-negara besar seperti Amerika Serikat atau Brazil yang hingga saat ini masih terus melawan virus corona.
Upaya agresif dilakukan pemimpin pulau tersebut, salah satunya adalah dengan menutup perbatasan mereka dan dalam prosesnya, ekonomi 10 pulau itu pun kini terguncang. Meski begitu, masyarakat tak mempermasalahkan itu selagi pandemi tak muncul di pulau tempat mereka tinggal.
"Saya pikir, pemerintah sudah melakukan tindakan yang tepat," terang Brian Lee, salah seorang pemilik hotel di Palau, terkait dengan keputusan pemerintah menutup secara fungsional dan tetap lockdown sejak Maret 2020.
Baca Juga : Pakai Bikini di Labuan Bajo, Mesranya Awkarin Dipeluk Pacarnya dari Belakang
Tapi, Lee pun sadar bahwa ketika pintu tak kunjung dibuka, maka bisnisnya akan mati. "Saya cuma kuat setengah tahun lagi. Lebih dari itu, saya mesti menutup bisnis saya," keluh pengusaha yang punya 20 staff hotel tersebut.
Lebih lanjut, nasib buruk pun mesti dihadapi masyarakat di Pulau Marshall. Di sana, 700 pekerja mesti kehilangan pekerjaan karena pandemi Covid-19, kebanyakan pekerja di bidang hotel dan perikanan. Kondisi ini terjadi karena pulau tersebut melakukan lockdown ketat.
Terlepas dari kerugian yang dialami masyarakat, para ahli menyatakan bahwa langkah yang diambil pemerintah setempat sudah sangat tepat. Sebab, memprioritaskan keselamatan nyawa masyarakat adalah hal yang utama.
"Sekalipun pulau-pulau itu membuka kembali pariwisatanya, pasar pariwisata utama mereka yang dari Australia dan Selandia Baru tutup. Jadi, tak ada gunanya," terang Jonathan Pryke, direktur program kepulauan Pasifik.
"Pilihan pemerintah untuk lockdown adalah pilihan yang benar. Sebab, ketika pemerintah buka pintu, pulau-pulau itu bukan hanya menghadapi masalah ekonomi karena pasar utamanya tutup, tetapi masalah kesehatan yang membahayakan," tambah Pryke.
Dia menegaskan bahwa pilihan yang tepat ketika pemerintah suatu negara mengambil keputusan untuk lockdown. Ya, walau ekonomi akan sangat terganggu, tetapi memberi prioritas pada warga negara adalah hal yang harus diutamakan.
(Helmi Ade Saputra)