Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio mengajak masyarakat untuk memaknai HUT ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan semangat kreativitas. Selain itu juga untuk meningkatkan inovasi guna bangkit bersama membangun pariwisata dan ekonomi kreatif.
Wishnutama mengatakan, kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini harus dirayakan dengan cara berbeda akibat pandemi. Namun hal itu tidak sepatutnya mengurangi rasa cinta Tanah Air dan makna perjuangan kemerdekaan untuk bangkit bersama.
“Harapan, optimisme, dan rasa cinta tanah air harus semakin menguat meski Indonesia sedang dihadapkan dengan kesulitan," kata Wishnutama seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Okezone, Selasa (18/8/2020).
Indonesia adalah bangsa besar yang mampu menghadapi segala macam tantangan bersama. Keterbatasan harus dijadikan momentum untuk kreatif dan berinovasi, bergotong royong menuju Indonesia Maju.
Baca juga: Putus Cinta, Coba Atasi Kesedihan dengan 6 Cara Ini
"Kekuatan bangsa Indonesia adalah persatuan dengan kekayaan alam dan budayanya yang tinggi. Pesan Presiden, kita harus menjadikan musibah pandemi ini sebagai momentum untuk sebuah lompatan besar, kebangkitan baru akan Indonesia yang produktif namun tetap aman Covid-19," kata Wishnutama.
Pada momen 17 Agustus kemarin, Menparekraf Wishnutama Kusubandio dan Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo bersama para pejabat madya di lingkungan Kemenparekraf juga mengikuti upacara peringatan detik-detik Proklamasi dan penurunan bendera Sang Merah Putih secara virtual dari Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kantor Kemenparekraf, Jakarta Pusat.
Mengenakan pakaian adat, Menparekraf dan Wamenparekraf bersama seluruh pejabat di lingkungan Kemenparekraf mengikuti upacara dengan khidmat dengan protokol kesehatan yang ketat.
Menparekraf mengenakan pakaian beskap khas Betawi sementara Wamenparekraf mengenakan kebaya lengkap dengan kain tenun.
Pejabat lain juga mengenakan pakaian khas daerah. Diantaranya Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenparekraf, Rizki Handayani yang mengenakan pakaian khas Suku Dayak, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf, Hari Santosa Sungkari mengenakan pakaian adat khas Nias.
(Dyah Ratna Meta Novia)