Kawasan wisata Welo Asri di Pekalongan, Jawa Tangah, terus berbenah diri demi menyambut kembali wisatawan di era new normal. Seperti diketahui Welo Asri merupakan salah satu destinasi favorit wisatawan, dengan aliran Sungai Welo sebagai objek utama. Di sini wisatawan dapat melakukan berbagai aktivitas seperti river tubing.
Nah, demi memastikan kenyamanan dan keamanan wisatawan, Pemerintah Kabupaten Pekalongan bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggelar kegiatan gerakan Bersih, Indah, Sehat, dan Aman (BISA) pada 8-9 Agustus lalu.
Kegiatan ini juga ditujukan sebagai upaya meningkatkan kesiapan pengelola dan seluruh pemangku kepentingan di destinasi wisata memasuki era adaptasi kebiasaan baru.
Kegiatan BISA diisi dengan kegiatan bersih-bersih, penataan, pengecatan, serta penyemprotan disinfektan destinasi yang dilakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan dan melibatkan lebih dari 100 pekerja pariwisata dan ekonomi kreatif di sekitar Welo Asri.
Sekretaris Deputi Kebijakan Strategis Kemenparekraf, Hariyanto mengatakan, pandemi Covid-19 memberikan berbagai tantangan bagi industri pariwisata tanah air. Mulai dari penurunan kedatangan wisman dan okupansi hotel, perlambatan perjalanan domestik, penurunan konsumsi produk UMKM, hingga menimbulkan gangguan di sektor lapangan pekerjaan.
Di sisi lain, pariwisata merupakan salah satu sektor berdaya ungkit tinggi bagi pemulihan ekonomi karena memiliki kontribusi backward dan forward linkage yang luas ke sektor lain. Maka dari itu, agar dapat bertahan di masa pandemi ini, seluruh stakeholder industri pariwisata dan ekonomi kreatif perlu menyadari bahwa tren pariwisata dunia akan berubah.
Baca juga: Potret Yuni Shara yang Belum Kehilangan Pesonanya di Usia 48 Tahun
"Penerapan protokol kesehatan, tingkat adaptasi pada kenormalan baru, dan utamanya faktor health and hygiene serta safety and security akan menjadi prioritas bagi wisatawan dalam menentukan tujuan berwisata," kata Hariyanto seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Okezone, Selasa (11/8/2020).
Hariyanto menjelaskan, gerakan BISA bertujuan untuk memberdayakan para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif serta masyarakat yang terdampak ekonominya. Gerakan ini diharapkan akan mendorong perbaikan indikator Health and Hygiene dan Safety and Security di lingkungan destinasi pariwisata untuk peningkatan peringkat TTCI.
Seperti diketahui, hasil TTCI 2019, daya saing pariwisata Indonesia masih menempati peringkat ke-102 dalam kategori health and hygiene dan peringkat ke-80 dalam kategori safety and security dari 140 negara.
"Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, diharapkan para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif dapat beradaptasi dengan kebiasaan baru menuju masyarakat yang produktif dan aman, serta mendukung destinasi pariwisata untuk menerapkan prinsip higiene dan sanitasi yang baik dalam tatanan kehidupan baru pascapandemi Covid-19," kata Hariyanto.
(Dyah Ratna Meta Novia)