Jakarta Fashion Week (JFW) Series mempersembahkan Revival Fashion Festival (RFF) 2020. Dalam pagelaran mode virtual tersebut, wastra Nusantara tetap menonjol di antara pakaian urban nan modern.
Sebut saja koleksi Ai Syarif 1965 yang mempresentasikan keindahan kain batik tulis Lasem dan kain tenun Gianyar Bali. Agar kain wastra tersebut tetap diterima masyarakat sekarang, Ai 'mengolahnya' menjadi outfit kekinian tapi tetap mengutamakan pakem dari setiap kain tersebut.
Bercerita usai tampil di RFF 2020, Ai menjelaskan kalau kain wastra Nusantara itu begitu dicintai warga global. Beberapa perwakilan luar negeri yang jatuh cinta pada kain khas Indonesia antara lain London, Den Haag, Bangladesh, maupun Nepal.
"Antusias mereka terhadap wastra nusantara, termasuk batik dan tenun, luar biasa sekali," terang Ai, Jumat (7/8/2020).
Baca Juga : Puisi Indah Mama Cantik Marshanda untuk Sienna, Bikin Meleleh
Dari kalimat itu tersirat pesan bahwa ketika negara lain saja begitu mengagumi dan cinta dengan wastra Nusantara, kita sebagai warga Indonesia sudah seharusnya lebih cinta. Karena itu, koleksi wastra Nusantara harus tetap ada di hati pencinta fashion.
Bicara mengenai koleksi yang ditampilkan di RFF 2020, untuk koleksi tenun Gianyar Bali, Ai Syarif 1965 menonjolkan koleksi yang lebih formal. Ya, koleksinya didominasi blazer dengan motif tenun yang sangat indah.
Warna yang ditonjolkan pun sangat tajam dengan motif pucuk yang luar biasa. Styling yang modern pun memberi kesan segar dari blazer full tenun tersebut.
Sementara itu, untuk koleksi kain batik tulis Lasem, Jawa Tengah, Ai Syarif kembali memperlihatkan siluet formal nan anggun. Itu bisa dilihat dari styling kain batik tulis Lasem dengan baju kurung panjang.
Namun, kain batik tulis Lasem pun bisa diolah menjadi sesuatu yang modern. Lihat saja koleksi one-all outfit kuning mentereng ini. So, modern, ya. Apalagi dengan siluet top dengan ekor ruffles di belakangnya.
Jika melihat motif dan pattern yang ditonjolkan, sangat terasa sekali kesan strong sekaligus anggunnya. Sebab, di situlah kesan yang coba terlihat dari motif batik tulis Lasem. Pretty but strong!
(Helmi Ade Saputra)