Saat kamu mendekati seorang perempuan idaman, terkadang dia hanya cuek saja atau bersikap dingin. Padahal kamu sudah mati-matian mendekatinya.
Nah, kamu terkadang jadi bingung setengah mati apa penyebab dia begitu dingin kepadamu. Namun ternyata memang ada beberapa hal yang membuat perempuan takut menjalin cinta.
Seperti dilansir dari Boldsky, berikut ini alasan mengapa perempuan takut menjalin cinta. Apakah termasuk si perempuan idamanmu itu.
1. Takut untuk berkomitmen
Beberapa orang takut untuk membuat komitmen karena baginya itu menjadi sebuah kendala dalam kehidupan mereka untuk harus mematuhi janji ikatan. Oleh karena itu perempuan cenderung dingin dan cuek saat diajak menjalin cinta. Mereka lebih suka hidup sendiri dan mandiri tanpa perlu diributkan oleh hubungan percintaan yang penuh drama.
2. Melihat banyak hubungan yang gagal
Salah satu alasan mengapa beberapa perempuan membenci sebuah hubungan cinta yaitu mereka melihat dari orang-orang di sekitar mereka. Mereka telah melihat orang-orang yang gagal dalam hubungan percintaan. Misalnya kakaknya bercerai, adiknya patah hati hebat ditinggal selingkuh tunangannya. Hubungan mereka berakhir begitu pahit. Untuk menjauhi perasaan seperti itu, beberapa perempuan memilih untuk menghindari sebuah hubungan cinta.
3. Takut dengan konflik dan perbedaan
Dalam sebuah hubungan pastinya akan mengalami beberapa konflik karena mungkin tidak sepakat dengan satu sama lain. Namun, ada beberapa perempuan yang lebih baik menghindari drama-drama yang ada di hubungan. Jadi, ini juga bisa menjadi salah satu faktor penyebab mengapa beberapa wanita membenci hubungan.
Baca juga: Kiat Cegah Kolesterol Jahat Naik dari Cara Memasak
4. Pernah jadi korban kekerasan pasangan sebelumnya
Memiliki pasangan yang kejam atau psikopat yang melakukan kekerasan terhadapnya, baik verbal maupun fisik, membuat perempuan trauma menjalin percintaan. Mereka terkadang memilih hidup sendiri daripada harus mengalami peristiwa traumatis itu. Namun sebenarnya trauma akibat kekerasan yang dilakukan mantan pasangan bisa disembuhkan dengan pergi konseling ke psikolog dan psikiater.
(Dyah Ratna Meta Novia)