Terungkap, Burung Terbesar di Dunia Mampu Terbang Sejauh 160 Kilometer Tanpa Kepakkan Sayap

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis
Senin 20 Juli 2020 14:57 WIB
Burung terbang (Foto: Oddity Central)
Share :

Studi terbaru menemukan bahwa burung Condor Andrean menghabiskan hampir semua waktu terbang mereka dengan melayang tanpa mengepakan sayapnya. Burung yang satu ini bahkan hanya mengepakkan sayap mereka sebanyak 1,3 persen dari waktu mereka terbang.

Sekadar informasi burung jenis ini memiliki bobot 16 kilogram dengan lebar sayap sekira 3,3 meter. Condor adalah burung terbang terbesar di dunia dengan pengukuran berat dan lebar sayap gabungan. Banyak yang tidak percaya bahwa burung ini mampu terbang selama lima jam dan menempuh jarak lebih dari 161 kilometer dengan satu kali kepakkan sayap besar yang mereka miliki.

 

Temuan menarik mengenai burung condor ini dikemukakan oleh para peneliti di University of Swansea setelah memantau sekelompok burung condor selama lima tahun.

“Kepakkan sayap yang sedikit terlihat pada semua individu. Ini penting karena tidak ada burung dewasa. Bahkan burung yang relatif tidak berpengalaman, dapat terbang selama berjam-jam dengan kepakan sayap yang sangat sedikit,” terang para penulis penelitian, melansir dari Oddity Central, Senin (20/7/2020).

Para peneliti memperoleh lebih dari 230 jam data penerbangan dari delapan burung condor yang diteliti dan dari semua sampel. Hanya satu persen waktu yang mereka habiskan untuk mengepakkan sayap. Sebanyak satu persen kepakan sayap dilakukan burung condor dilakukan saat lepas landas.

Karena ukurannya yang besar dan berat, diperlukan banyak energi bagi seekor condor untuk terbang. Tetapi ketika mereka ada di udara, burung ini akan menghemat energi mereka dengan efisiensi maksimum.

 Baca juga: Diciduk Polisi, Catherine Wilson Pakai Daster dan Sendal Jepit Jadi Sorotan

“Temuan bahwa condor adrean pada dasarnya hampir tidak pernah mengepakkan sayap mereka dan hanya melambung dengan sangat mengejutkan di langit,” terang Pakar Penerbangan burung di Stanford University, David Lentink.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya