Dokter Reisa Imbau Masyarakat Tidak Lakukan Penolakan Jenazah Covid-19

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis
Jum'at 17 Juli 2020 19:38 WIB
Dokter Reisa Broto Asmoro (Foto : BNPB Indonesia/Youtube)
Share :

TIM Komunikasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, dr. Reisa Broto Asmoro, mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aksi penolakan terhadap jenazah Covid-19. Terlebih sampai membuat kerumunan orang di jalan.

Ia mengatakan bukan jenazah yang nantinya dikhawatirkan bakal menjadi sumber penularan penyakit. Namun kerumunan masyarakat inilah yang justru berpotensi menjadi tempat penyebaran virus Covid-19.

“Untuk keluarga Covid-19 yang meninggal dunia, serahkan penanganan kepada petugas. Percayalah mereka telah terlatih dan sudah dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD) yang direkomendasikan oleh Kemenkes,” terang dr. Reisa, dalam siaran langsung di Graha BNPB, Jumat (17/7/2020).

Baca Juga : Kriteria Pemulasaran Jenazah Pasien Covid-19 Sesuai Pedoman Baru Kemenkes

Lebih lanjut untuk menghindari kerumunan, dokter Reisa menyarankan keluarga yang hendak melayat tidak lebih dari 30 orang. Pertimbangan ini diambil untuk mencegah penyebaran antar pelayat dan bukan karena jenazah.

“Jenazah yang telah dipersiapkan oleh petugas kesehatan tidak menularkan, tapi kerumunan masyarakat yang menjadi risiko sumber penularan baru,” lanjutnya.

Setelah diberangkatkan dari rumah sakit, jenazah hendaknya langsung menuju lokasi penguburan atau krematorium untuk dimakamkan atau dikremasi. Sangat tidak dianjurkan, jenazah untuk disemayamkan lagi di rumah atau di tempat ibadah lainnya.

(Helmi Ade Saputra)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya