Wali Kota Rio De Janeiro, Brasil, sepakat untuk menutup seluruh pantai, sampai vaksin anti-corona benar-benar telah ditemukan. Setelah hampir empat bulan menerapkan kebijakan lockdown, Rio De Janeiro memang sempat membuka sejumlah pantai untuk simulasi olahraga air pada awal bulan ini.
Namun, dalam beberapa minggu terakhir banyak pengunjung yang kedapatan melanggar protokol kesehatan. Mereka enggan mengenakan masker dan tidak mengikuti garis jaga jarak sosial yang telah disediakan pihak pengelola.
Buntut dari isu tersebut, Wali Kota Marcelo Crivella akhirnya mengumumkan kebijakan baru bahwa pengunjung yang nekat melanggar peraturan akan dikenakan denda. Tak hanya itu, seluruh pantai akan ditutup kembali hingga tingkat potensi penularan Covid-19 menurun drastis.
"Ketika Anda tidak mengenakan masker maka kebijakan lama akan diterapkan kembali sampai vaksin ditemukan. Pasalnya, potensi penularan Covid-19 di ruang terbuka sangat besar," kata Crivella seperti dikutip Okezone dari Travel and Leisure, Rabi (15/7/2020).
Ironisnya, pekan lalu Brasil telah melonggarkan kebijakan lockdown dengan membuka kembali bar dan restoran, meski kapasitas pengunjung dibatasi. Namun pada praktiknya, masih banyak masyarakat yang tidak mengindahkan anjuran protokol kesehatan dari pemerintah. Alhasil terjadi banyak kerumunan massa di sejumlah restoran, hingga pihak berwenang terpaksa turun tangan untuk menertibkan mereka.
Bukan tanpa alasan, data terakhir yang dikeluarkan John Hopkins University, Brasil ditetapkan sebagai negara dengan jumlah kasus positif Covid-19 terbanyak di dunia setelah Amerika Serikat. Ada 1,7 juta kasus positif, dengan 69 ribu di antaranya dilaporkan meninggal dunia. Tak heran bila Wali Kota Marcello Crivella begitu keras menanggapi permasalahan ini.
(Helmi Ade Saputra)