PIHAK berwenang di China menemukan virus corona pada kemasan dan wadah udang beku yang diimpor dari tiga perusahaan Ekuador. Untungnya, sampel dari makanan laut tersebut teruji negatif saat diperiksa.
Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Biro Keamanan Pangan Impor dan Ekspor di bawah Administrasi Umum China, Bi Kexin. Ia mengatakan, hampir 223.000 sampel yang diambil dari makanan beku impor di Beijing, ditemukan enam kasus virus corona pada interior dan eksterior kemasan.
Meski demikian, ia tidak mau berspekulasi bahwa virus corona dapat ditularkan melalui kemasan makanan. Hasilnya menunjukkan bahwa wadah dan kemasan perusahaan-perusahaan ini berada di bawah risiko terkontaminasi oleh virus corona.
"Para ahli mengatakan meskipun ini tidak berarti mereka dapat menularkan virus, itu menunjukkan bahwa manajemen keamanan makanan tidak ideal,” terang Bi, melansir dari World Of Buzz, Selasa (14/7/2020).
Baca Juga: Bye Bye OTG, ODP, PDP, Ini 3 Istilah Baru Kasus Pasien Covid-19
Sementara itu, para pejabat di China telah sepakat dengan para ahli global bahwa makanan impor memiliki risiko rendah dalam penularan virus. Tapi ada beberapa kebingungan dari pihak luar negeri yang mempertanyakan mengapa China terus menguji dan menghentikan pengiriman.
“Tes tersebut adalah langkah penting untuk mencegah risiko virus ditularkan dari saluran makanan rantai dingin impor. Ini adalah langkah yang perlu diambil untuk melindungi kesehatan rakyat dan tidak mengganggu perdagangan internasional normal,” lanjut Bi.
Tes pada makanan impor telah dilakukan lebih sering setelah munculnya kasus baru Covid-19 di Beijing pada pertengahan Juni 2020. Sumber infeksi dikatakan berasal dari pasar makanan di mana virus ditemukan pada talenan yang digunakan untuk memotong salmon impor.
Tetapi para ahli telah mengungkapkan bahwa ikan itu sendiri tidak mungkin membawa virus. Impor makanan dari tiga perusahaan Ekuador telah ditangguhkan oleh China. Sementara makanan yang disita akan dikembalikan setelan dihancurkan.
Pemerintah Ekuador juga telah didesak untuk meningkatkan kontrolnya atas makanan beku yang diekspor ke China. Pada 7 Juli, sekira 60.000 sampel makanan dari berbagai tempat termasuk provinsi Zhejiang, Yunnan, Henan dan Shandong dan daerah otonom Ningxia Hui semuanya telah diuji dan ditemukan negatif.
Menurut Wakil Direktur Pusat Nasional China untuk Risiko Keamanan Pangan Penilaian, Li Ning secara keseluruhan, kemungkinan makanan terkontaminasi oleh virus corona tetap sangat kecil. Makanan bisa terkontaminasi oleh virus jika ada di sekitarnya atau dibawa oleh staf yang menangani makanan.
"Anggota staf tidak boleh pergi bekerja jika mereka memiliki gejala seperti demam, batuk, dan kelelahan. Fasilitas pemrosesan makanan dan toko ritel harus memperkuat langkah-langkah kebersihan mereka untuk mencegah infeksi,” ujar Ning.
Ia juga mengingatkan konsumen untuk memastikan bahwa bahan makanan dalam keadaan bersih dan dimasak dengan matang untuk membunuh virus corona dan mikroorganisme patogen lainnya.
(Dewi Kurniasari)