Ahli Epidemiologi Sarankan Penumpang Maksimal 25 Persen per Gerbong KRL

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Selasa 14 Juli 2020 11:08 WIB
Penumpang KRL (Foto: Okezone)
Share :

Angka kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia masih memperlihatkan kenaikan. Per Senin, 13 Juli 2020, saja ada 1.282 kasus positif baru terjadi dengan begitu total keseluruhan kasus positif Covid-19 ialah 76.981 kasus.

Fakta tersebut tak bisa dibantah, terlebih kita semua tahu bahwa aktivitas sudah berjalan seperti biasa. Itu bisa terlihat juga dari penumpukan penumpang kereta listrik (KRL) di beberapa stasiun. Hal tersebut tentu menjadi kekhawatiran para pengguna transportasi umum.

 

Dengan fakta kenaikan kasus masih terjadi, Ahli Epidemiologi Griffith University Australia Dicky Budiman mengimbau agar penyedia jasa transportasi umum, dalam hal ini KRL, mau membatasi jumlah penumpang harian.

"Saya sarankan jangan di atas 50 persen lah, mungkin 25 persen dari kapasitas bus atau per gerbong kereta," ungkapnya saat diwawancarai di program iNews Sore, kemarin (13/7/2020).

Baca juga: 3 Hal yang Terjadi Jika Kamu Terjebak Masa Lalu, Berusahalah Move On!

Dicky melanjutkan, karena saat ini informasi menjelaskan bahwa virus corona dapat menyebar melalui udara di ruang tertutup, ventilasi menjadi hal yang penting.

Oleh karena itu, Dicky pun menyarankan agar pengelola transportasi umum memastikan sirkulasi udara berjalan dengan baik.

Di sisi lain, Wali Kota Bogor Bima Arya berencana untuk menambah jam operasional KRL Stasiun Bogor. Hal itu karena terjadi penumpukan penumpang KRL setiap harinya.

Menurut Bima, akan ada dua jadwal keberangkatan KRL Stasiun Bogor yang ditambah, yakni pada  pukul 03.15 dan 03.30 WIB setiap harinya. Dengan adanya rekomendasi ini, diharapkan penumpukan penumpang akan terurai dengan lebih baik di tengah pandemi yang mengharuskan masyarakat menjaga jarak aman.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya