Seorang dokter menunjukkan perbedaan antara orang menggunakan masker dengan yang tidak selama pandemi virus corona. Foto eksperimen dokter itu mendadak viral setelah diunggah ke akun media sosial Twitter.
Dalam kehidupan nyata, banyak orang yang mengeluh karena harus menggunakan masker untuk melindungi diri sendiri dari penularan Covid-19. Alhasil para profesional medis, termasuk dokter turun ke media sosial untuk menghilangkan mitos negatif seputar masker.
What does a mask do? Blocks respiratory droplets coming from your mouth and throat.
Two simple demos:
First, I sneezed, sang, talked & coughed toward an agar culture plate with or without a mask. Bacteria colonies show where droplets landed. A mask blocks virtually all of them. pic.twitter.com/ETUD9DFmgU— Rich Davis, PhD, D(ABMM), MLS ð¦ ð¬ð§« (@richdavisphd) June 26, 2020
Melansir dari VT, Rabu (1/7/2020), Ahli Mikrobiologi, Rich Davis berbagi demonstrasi tentang penggunaan masker melalui akun Twitter-nya. Ia mengungkapkan bagaimana masker dapat menjaga seseorang tetap aman dengan menghentikan penyebaran tetesan pernapasan (droplet).
"Apa yang dilakukan masker? Menghalangi tetesan pernapasan yang keluar dari mulut dan tenggorokanmu,” tutur Davis.
Dua demo sederhana pun dilakukan oleh Davis. Pertama, ia mencoba bersin, bernyanyi, berbicara dan batuk ke arah piring kultur dengan atau tanpa mengenakan masker. Piring kultur tersebut memperlihatkan adanya koloni bakteri di mana tetesan mendarat.
Baca juga: Viral Wali Kota Bogor 'Goyang AKB', Cara Seru Edukasi Cegah Covid-19
“Masker menghalangi hampir semua dari mereka (koloni bakteri),” lanjutnya.
Seperti yang terlihat, prevalensi kehadiran bakteri berkurang secara signifikan ketika seseorang memakai masker. Davis juga memberikan demonstrasi bagaimana masker bisa lebih efektif ketika digabungkan dengan menjaga jarak sosial (social distancing).
"Bagaimana dengan menjaga jarak? Demo kedua, saya mengatur piring kultur bakteri terbuka sejauh 2, 4 dan 6 kaki dan batuk dengan keras selama 15 detik. Saya mengulangi hal ini tanpa masker,” sambungnya.
Seperti yang terlihat, jumlah koloni bakteri yang berasal dari tetesan (droplet) sebagian besar mendarat.
(Dyah Ratna Meta Novia)