JAMUR enoki diklaim berbahaya karena mengandung bakteri listeria monocytogenes. Centers for Disease Control Prevention and Prevention (CDC), mengungkap penyebaran infeksi pada jamur enoki ini.
Peneliti kesehatan masyarakat menggunakan sistem PulseNet untuk mengidentifikasi penyakit. PulseNet adalah jaringan subtype nasional kesehatan masyarakat dan laboratorium badan pengawas makanan yang dikoordinasikan oleh CDC.
Melansir dari laman resmi CDC, Kamis (25/6/2020), Sidik jari DNA dilakukan pada bakteri Listeria yang diisolasi dari orang sakit dengan menggunakan laboratorium standar dan metode analisis data yang disebut sekuensing genom utuh (WGS).
CDC PulseNet mengelola database nasional dari urutan ini yang digunakan untuk mengidentifikasi kemungkinan wabah. WGS memberi peneliti informasi terperinci tentang bakteri penyebab penyakit. Dalam penyelidikan ini WGS menunjukkan bahwa bakteri yang diisolasi dari orang sakit, berhubungan erat secara genetik.
Ini tandanya orang dengan wabah ini cenderung akan berbagi sumber infeksi yang sama. Sebanyak 36 orang yang terinfeksi dengan strain wabah listeria monocytogenes dilaporkan tersebar di 17 negara. Spesimen listeria dari orang sakit dikumpulkan dari 23 November 2016 hingga 13 Desember 2019.
Orang yang sakit meliputi berbagai rentang usia mulai dari 1-96 tahun dengan usia rata-rata 67 tahun. Sebanyak 58 persen orang yang terserang penyakit ini adalah perempuan. Dari 33 orang menderita penyakit ini, 31 di antaranya dilaporkan menjalani rawat inap.
Empat kasus kematian dilaporkan dari California, Hawaii dan New Jersey. Sementara enam kasus berhubungan dengan kehamilan dan dua kasus mengakibatkan kematian janin.
(Dewi Kurniasari)