SEBAGIAN masyarakat lebih memilih berlibur di hotel atau yang biasa dikenal dengan istilah staycation. Alternatif liburan ini dipilih karena dianggap minim terpapar Covid-19 karena tak berada di area kerumunan.
Itu juga yang diungkapkan Tirta, seorang karyawan swasta yang bekerja di Kebayoran Baru kepada Okezone. Menurut dia, staycation itu pilihan paling aman lepas dari rutinitas sehari-hari tapi tetap jauh dari keramaian.
"Makanya, saya pilih staycation dibandingkan pergi ke mal atau jalan-jalan ke lokasi wisata," cerita dia, Jumat (19/6/2020).
Baca Juga: Pilihan Seru Liburan ala Anak Gaul Jakarta yang Aman dari Covid-19
Meski dianggap lebih aman dari Covid-19 karena tidak berada di kerumunan orang, risiko terpapar tetap saja ada. Karena itu, protokol kesehatan staycation pun perlu Anda jalankan.
Hal penting yang harus Anda perhatikan adalah memastikan apakah hotel yang dipilih menerapkan protokol kesehatan dengan ketat atau tidak. Menurut laporan New York Post, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS menyarankan untuk menanyakan apakah staf mengenakan penutup wajah, kemudian melakukan pembersihan secara rutin.
Selain itu, pastikan bahwa hotel yang Anda pilih menyediakan handsanitizer yang layak dan cukup di spot-spot yang banyak tersentuh. Tidak hanya itu, hotel tersebut pun harus memberikan pernyataan bahwa kamar dibersihkan sesuai protokol kesehatan yaitu dibersihkan dengan disinfektan.
"Pihak hotel membersihkan tombol lift lebih sering dan mengeluarkan barang-barang tambahan di kamar, seperti pena dan kertas setelah kamar selesai digunakan. Sarapan prasmanan juga mesti diganti dengan makanan yang sudah dikemas," tulis laporan tersebut.
Begitu tiba di sebuah hotel, Dr Albert Ko di Yale School of Public Health mengatakan, para tamu harus terus mengikuti panduan jarak sosial, karena virus menyebar dari kontak orang-ke-orang. "Makanlah di luar jika memungkinkan dan pilih kamar bawah agar tidak menggunakan lift," ungkapnya.
(Dewi Kurniasari)