Ingat dengan kampung warna-warni yang berada di Jalan Depati Said, Kelurahan Lubuklinggau Ulu, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Kota Lubuklinggau kini warnanya mulai memudar dimakan usia. Kampung warna-warni yang diresmikan pada April 2017 lalu, dirindukan oleh warga sekitar dan para wisatawan yang ingin melihat kembali kampung warna-warni.
Nampak dilokasi terlihat dinding rumah terlihat kusam kehitaman serta cat terlihat mengelupas karena dimakan usia. Mereka ingin kampungnya dicat kembali agar berwarna dan ceria.
Salah seorang warga Kampung Warna-warni, Irwanto mengaku sangat rindu dengan keadaan kampung warna-warni yang dulu. Saat keadaan kampung berwarna cerah dan wisatawan banyak yang datang. “Sekarang sepi, jujur rindu masa-masa dulu,” ungkapnya.
Ia mengatakan, Kampung Warna-warni sangat strategis untuk refreshing bersama keluarga dan teman karena bisa melihat sungai kelingi dan bukit sulap bersamaan.
Sementara Lurah Lubuklinggau Ulu, Serliza Maharani mengatakan, jika dia memaklumi warganya rindu dengan masa saat kampung warna-warni banyak dikunjungi terutama RT 5 dan 6. Baginya, meski orang yang berkunjung tetap ada tapi tidak terlalu ramai karena terkait covid-19 dan banjir bandang beberapa waktu lalu. “Kalau rindu sudah pasti rindu,” ujarnya.
Baca Juga : Pandemi Covid-19, Dokter Reisa Ajak Masyarakat Sering Cuci Tangan
Dia menyebut, jika dana kelurahan cair maka akan ada pengecatan. Namun, dirinya belum dapat memastikan realisasinya tahun ini karena bisa saja dialihkan dengan kegiatan covid-19 yang tentunya lebih bermanfaat.
(Dyah Ratna Meta Novia)